Konten dari Pengguna

Mengenal Proses Terbentuknya Jaringan Nusantara Melalui Perdagangan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses terbentuknya jaringan Nusantara melalui Perdagangan. Sumber: Pixabay/vietnguyenbui
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses terbentuknya jaringan Nusantara melalui Perdagangan. Sumber: Pixabay/vietnguyenbui

Sejak zaman praaksara, masyarakat Nusantara sudah melakukan aktivitas perdagangan baik secara lokal, maupun regional. Dari aktivitas inilah muncul proses terbentuknya jaringan Nusantara melalui perdagangan.

Nusantara yang kaya akan sumber daya alam, terutama rempah-rempah, yang menjadi komoditas perdagangan yang diminati oleh banyak bangsa di dunia menyebabkan banyak negara lain yang berdatangan ke Indonesia.

Perdagangan Nusantara

Ilustrasi perdagangan Nusantara. Sumber: Pixabay/Hectorgalarza

Nusantara adalah sebutan untuk wilayah kepulauan yang membentang dari Sumatra hingga Papua, yang kini menjadi bagian dari negara Indonesia. Nama ini berasal dari kata Sanskerta yaitu nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti di antara.

Kepentingan ekonomi terjadi di pusat integrasi Nusantara berawal dari penguasaan laut. Sehingga muncullah pertumbuhan jalur perdagangan melewati lokasi strategis pinggir pantai dan pengendalian politik militer para raja dalam perdagangan Indonesia.

Jalur perdagangan yang berkembang di Nusantara ditentukan oleh kepentingan ekonomi. Perkembangan rute perdagangan juga berbeda-beda, yang ditentukan pada masa sebagai berikut:

  • Masa prakarsa hegemoni, pada masa tersebut budaya yang datang dari Austronesia di Asia Tenggara Daratan.

  • Masa perkembangan Hindu-Buddha di Nusantara, China di bagian utara dan India di bagian barat daya menjadi dua negara super power.

Proses Terbentuknya Jaringan Nusantara Melalui Perdagangan

Ilustrasi proses terbentuknya jaringan Nusantara melalui perdagangan. Sumber: Pixabay/Martin_Winkler_Fotografie

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia (Edisi Revisi 2013) oleh Edi Hernadi (2019: 147 150) jalur-jalur perdagangan yang berkembang di Nusantara sangat ditentukan oleh kepentingan ekonomi pada saat itu dan perkembangan rute perdagangan dalam setiap masa yang berbeda-beda.

Peralihan rute perdagangan dunia ini telah membawa berkah tersendiri bagi masyarakat dan suku bangsa di Nusantara dan juga mempengaruhi proses terbentuknya jaringan Nusantara melalui perdagangan. Adapun proses terbentuknya yaitu sebagai berikut.

1. Masuknya Perdagangan Cina dan India

Selat Malaka sebagai pintu gerbang penghubung antara pedagang Cina dan pedagang India. Pada saat itu, selat Malaka merupakan jalur penting pelayaran dan perdagangan bagi pedagang yang melintasi bandar penting di sekitar Samudra Indonesia dan Teluk Persia.

Selat itu merupakan jalan laut yang menghubungkan Arab dan India di sebelah barat laut Nusantara, dan dengan Cina di sebelah timur laut Nusantara. Jalur ini merupakan pintu gerbang pelayaran yang dikenal dengan nama jalur sutra.

Penamaan ini digunakan sejak abad ke-1 M hingga abad ke-16 M, dengan komoditas kain sutera yang dibawa dari Cina untuk diperdagangkan di wilayah lain.

Ramainya rute pelayaran ini mendorong timbulnya bandar-bandar penting di sekitar jalur perdagangan, antara lain Samudra Pasai, Malaka, dan Kota Cina (Sumatra Utara sekarang).

2. Kekuatan Politik Nusantara

Selama masa Hindu-Budha di samping kian terbentuknya jalur niaga Selat Malaka dengan perdagangan dunia internasional, jaringan perdagangan dan budaya antar bangsa dan penduduk di kepulauan Indonesia juga berkembang pesat.

Hal ini disebabkan karena terhubungnya jaringan Laut Jawa hingga Kepulauan Maluku, sehingga masyarakat secara tidak langsung telah terintegrasikan dengan jaringan ekonomi dunia yang terpusat di sekitar Selat Malaka, dan sebagian di Pantai Barat Sumatra.

Komoditas penting yang menjadi barang perdagangan pada saat itu adalah rempah rempah seperti kayu manis, cengkih, dan pala. Pertumbuhan jaringan dagang internasional dan antar pulau melahirkan kekuatan politik di Nusantara yang berada pada:

  • Pantai timur melayu yang sekarang menjadi Jambi di muara Sungai Batanghari.

  • Di Pulau Jawa yang terkenal dengan Kerajaan Sriwijaya. Terdapat tiga kerajaan besar, yaitu Tarumanegara (Jawa bagian barat), Kalingga (Jawa bagian tengah), dan Singasari serta Majapahit (Jawa bagian timur).

Kerajaan besar Nusantara akan menguasai wilayah-wilayah yang luas di Nusantara dan mampu mengontrol politik wilayah sekitarnya. Keuntungan yang diperoleh dari kerajaan ini yaitu pembayaran upeti yang digunakan kerajaan dapat diperdagangkan skala internasional.

Sedangkan keuntungan kerajaan kecil yaitu perlindungan dan rasa aman, sekaligus kebanggaan atas hubungan tersebut. Hubungan tersebut semakin mengukuhkan Nusantara sebagai negara kepulauan yang dipersatukan oleh kekuatan politik dan dagang.

Baca juga: 5 Jenis-Jenis Distribusi yang Wajib Diketahui Para Pelaku Usaha Dagang

Tidak dipungkiri bahwa proses terbentuknya jaringan Nusantara melalui perdagangan tidak lepas dengan peran Cina dan India yang melintasi selat Malaka sebagai penghubungnya beserta kekuatan politik yang ada. (MRZ)