Mengenal Proses Terjadinya Gempa Bumi

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses terjadinya gempa bumi penting untuk diketahui masyarakat yang tinggal di di daerah rawan gempa seperti Indonesia. Pengetahuan ini penting untuk mencegah jatuhnya korban ketika terjadi gempa dan untuk mengembangkan bangunan tahan gempa.
Pengetahuan ini juga berguna untuk mencegah masyarakat mempercayai hoaks seputar gempa. Ini karena potensi gempa bisa diketahui, tapi kapan gempa terjadi tidak bisa diketahui dengan pasti.
Proses Terjadinya Gempa Bumi
Dikutip dari Seri Fenomena Alam dan Mitigasi: Gempa Bumi, Ruyani (2023:2), gempa bumi adalah getaran di permukaan bumi akibat pergerakan lempeng yang menimbulkan pelepasan energi dari dalam bumi sehingga menciptakan gelombang seismik.
Gempa bumi terjadi karena bergetarnya lapisan listosfer dan permukaan bumi, antara lain karena tumbukan antarlempeng bumi dan aktivitas gunung berapi. Getarannya diukur dengan seismograf dengan satuan Magnitudo (M), menggantikan Skala Richter (SR).
Untuk mengetahui salah satu proses terjadinya gempa bumi secara rinci, berikut penjelasannya:
Lempengan samudra dan lempengan benua melakukan pergerakan dan suatu saat akan bertemu.
Ketika bertemu kedua lempengan mengalami tumbukan. Area tumbukan tersebut disebut subduksi. Lempengan samudra yang kerapatan massanya lebih besar menyusup ke bawah.
Gerakan lempeng tersebut mengalami perlambatan karena bergesekan dengan selimut bumi. Karena perlambatan ini maka lama-lama energi terkumpul di area patahan atau sesar dan subduksi.
Daerah di sekitar area tumbukan tersebut mengalami gesekan, tarikan dan tekanan. Ketika energi yang terkumpul makin banyak, elastisitas area tumbukan terus berkurang hingga akhirnya tingkat elastisitas di area tersebut terlampaui.
Pada saat elastisitas area tumbukan habis, maka terjadilah patahan batuan yang disertai dengan lepasnya energi yang telah terkumpul sangat banyak tersebut secara tiba-tiba.
Proses terjadinya patahan dan lepasnya energi secara tiba-tiba mengakibatkan terjadinya getaran partikel ke segala arah, yang disebut dengan gelombang gempa bumi atau seismic wave. Inilah yang terekam dalam seismometer atau seismograf.
Selain gempa yang prosesnya dijelaskan di atas, gempa bumi juga bisa diakibatkan oleh aktivitas vulkanik gunung berapi dan reruntukan bebatuan dalam jumlan besar akibat aktivitas vulkanik tersebut.
Baca juga: 5 Akibat Gempa Bumi bagi Makhluk Hidup
Itulah proses terjadinya gempa bumi. Informasi yang benar terkait gempa bumi di Indonesia dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG selalu memberikan informasi yang lengkap setiap terjadi gempa. (lus)
