Mengenal Proses Terjadinya Petir Sebagai Fenomena Alam

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
23 Januari 2024 16:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Proses Terjadinya Petir. Sumber: Pixabay/ronomore
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses Terjadinya Petir. Sumber: Pixabay/ronomore
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pertanyaan seputar proses terjadinya petir kerap ditanyakan oleh siswa. Terlebih saat ini sedang memasuki musim hujan dan frekuensi munculnya petir lebih sering dari biasanya.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana fenomena alam lainnya, proses terjadinya petir tentu tidak terjadi secara tiba-tiba. Proses ini banyak kaitannya dengan awan serta listrik.

Proses Terjadinya Petir

Ilustrasi Proses Terjadinya Petir. Sumber: Pixabay/Hun_On_Photos_Studio
Dikutip dari buku Tanya Jawab Sains: Fenomena Alam, Taufik Hidayat (2023:43), pada dasarnya proses terjadinya petir adalah karena adanya perbedaan potensial yang tinggi pada awan yang menyebabkan proses pembuangan elektron hingga munculnya petir.
Meski begitu, terdapat dua proses yang terjadi hingga menyebabkan petir. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Karena Cepatnya Koneksi Antara Elektron dan Proton

Sebelum hujan badai, awan dalam kondisi netral dengan jumlah proton sama dengan jumlah elektron. Namun, proses terjadinya petir dimulai pada saat hujan badai ketika terjadi gesekan antara partikel-partikel awan dengan udara sehingga awan bermuatan listrik.
Hal ini didukung oleh keadaan udara yang mengandung kadar air lebih tinggi saat musim hujan. Keadaan tersebut membuat daya isolasinya turun sehingga muatan listrik lebih mudah untuk mengalir.
ADVERTISEMENT
Untuk menambah wawasan, elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif. Sedangkan proton adalah partikel subatom yang bermuatan positif.
Muatan listrik yang terakumulasi harus dalam jumlah yang cukup untuk mengisolasi udara. Saat petir terjadi, elektron mengalir menuju titik tertinggi tempat proton telah berkerumun karena adanya tarikan petir tersebut.
Koneksi antara elektron dan proton terjadi dengan begitu cepat, hingga menyebabkan sambaran petir.

2. Karena Perbedaan Muatan Pada Awan

Taufik Hidayat (2023:42) dalam bukunya juga menjelaskan bahwa petir juga bisa terjadi di antara awan yang berbeda muatan.
Awan yang bermuatan positif akan berkumpul dengan awan muatan positif lainnya karena adanya angin. Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah awan, begitu pula sebaliknya.
Jika muatan positif posisinya ada di bagian atas awan, maka muatan negatif berada di bagian bawah awan.
ADVERTISEMENT
Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Namun, udara bukanlah konduktor yang baik untuk listrik.
Hal ini membuat sebagian energi hilang menjadi energi panas pada saat menjalar ke daratan dan menjadi petir.
Sambaran petir dapat memanaskan udara di sepanjang jalurnya karena adanya pemanasan di udara yang menyebabkan petir menyebar dengan pesat. Sebuah petir tunggal bahkan dapat menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 27.760 derajat celcius.
Demikian penjelasan mengenai proses terjadinya petir sebagai fenomena alam. Semoga ulasan ini dapat menambah pemahaman seputar fenomena petir yang sering terjadi di musim hujan. (YAS)