Mengenal Refleksi Pendidikan Inklusif dan Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Refleksi pendidikan inklusif berkaitan dengan sistem pendidikan yang dapat diakses oleh semua anak di Indonesia. Tentang hak anak untuk tidak dibeda-bedakan dinyatakan dalam Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on the Right of the Child, UN, 1989)
Kebutuhan pendidikan diharapkan mampu mempertemukan pluralisme dan memberi peluang setiap orang menemukan tempat di masyarakat. Jadi pendidikan inklusif merupakan pendekatan untuk mencapai tujuan pendidikan untuk semua.
Ketahui Refleksi Pendidikan Inklusif
Indonesia merupakan negara yang ikut menandatangani deklarasi pendidikan inklusif yang telah mengimplementasikan gagasan pendidikan inklusif sejak tahun 2000.
Pendidikan inklusif harus mengakomodasi semua anak dengan keunikannya, tanpa membedakan anak berkebutuhan khusus seperti anak-anak disabilitas, anak-anak yang berbakat istimewa, pekerja anak, anak jalanan, anak di daerah terpencil, hingga anak-anak minoritas.
Menurut buku Pendidikan Inklusi, Ernawati Harahap, dkk (2022:3), pendidikan inklusif bertujuan untuk membangun konsep yang koheren dan kerangka kebijakan kontekstual dengan kondisi lingkungan sehingga tersedia akses dan kesamaan dalam pendidikan untuk semua anak, baik pada jalur pendidikan formal, maupun non formal.
Pendidikan inklusif di Indonesia termasuk sebuah paradigma baru. Pada penerapannya di sekolah reguler, memerlukan perubahan mindset, pemahaman yang utuh serta sikap dan keterampilan yang memadai bagi semua pemangku kepentingan.
Jadi, konsep pendidikan ini berbentuk pelayanan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial emosional, linguistik, atau kondisi lainnya untuk mendapatkan pelayanan pendidikan di sekolah regular.
Berikut ini adalah tujuan yang ingin dicapai dalam mengikuti kegiatan belajar dalam inklusi.
Kepercayaan diri pada anak berkembang dan merasa bangga pada diri sendiri atas prestasi yang diperolehnya.
Anak dapat belajar mandiri, dengan menerapkan pelajaran yang diperoleh pada kehidupan sehari-hari.
Anak-anak dapat berinteraksi dengan baik dengan teman, keluarga, guru, dan masyarakat.
Anak dapat menerima perbedaan, dan mampu beradaptasi untuk menyikapi dengan baik perbedaan tersebut.
Refleksi pendidikan inklusif ini dapat terwujud dengan baik apabila ada kolaborasi pemerintah dengan pihak-pihak yang berpengaruh terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Sehingga semua anak dapat memperoleh hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang sama. (DVA)
Baca Juga: 3 Contoh Pidato Pendidikan Singkat dan Berkesan
