Mengenal Rumus Federer dalam Penelitian

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumus federer adalah salah satu rumus yang sering digunakan dalam jenis penelitian eksperimental. Kegunaannya adalah untuk mengetahui jumlah subjek penelitian. Sehingga, penelitian dapat dianalisis sesuai dengan kebutuhan.
Dikutip dari buku Bahan Ajar Kesehatan Lingkungan: Metodologi Penelitian oleh Irmawatini, Nurhaedah (2019:113) rumus federer adalah (n-1) (t-1) ≥ 15, dengan n merupakan besar sampel setiap kelompok dan t adalah jumlah kelompok.
Pengertian Rumus Federer dan Contoh Penggunaannya
Rumus federer digunakan untuk menentukan jumlah pengulangan agar menghasilkan data yang valid. Biasanya dapat diartikan jika jumlah pengulangannya disamakan dengan dengan jumlah sampel/hewan uji dalam tiap kelompok. Berikut contoh penggunaannya.
Diketahui terdapat penelitian eksperimental tentang tanaman hias yang terdiri dari 10 kelompok perlakukan. Cari jumlah subjek per kelompok pada penelitian tersebut!
Jawaban:
(t-1)(n-1) > 15
t = 10
(t-1)(n-1) > 15
(10-1)(n-1) > 15
9n-9>15
9n>24
n>2,6
Jadi, jumlah subjek per kelompok 3.
Seorang peneliti melakukan eksperimen terhadap hewan tikus dengan menggunakan 6 jenis perlakuan. Untuk itu, cari tahu berapa jumlah subjek per kelompok yang diperlukan!
(t-1)(n-1) > 15
t = 6
(t-1)(n-1) > 15
(6-1)(n-1) > 15
6n-5>15
6n>20
n>3,333
Jadi, jumlah subjek per kelompok 3.
Diketahui sebuah penelitian eksperimen akan melakukan percobaan terhadap ikan hias koi. Terdapat 9 perlakuan yang akan diteliti pada penelitian tersebut. Lantas berapa jumlah subjek per kelompok yang diperlukan?
(t-1)(n-1) > 15
t = 9
(t-1)(n-1) > 15
(9-1)(n-1) > 15
8n-8>15
8n>23
n>2,87
Jadi, jumlah subjek per kelompok 3.
Penemu Rumus Federer
Penamaan rumus federer diambil dari nama penemunya langsung, yaitu Walter T. Federer. Ia adalah seorang ahli statistika yang berasal dari Amerika Serikat. Penemuan tersebut dilandasi Walter yang sangat menyukai bidang statistik.
Karena minatnya yang tinggi, banyak karya ilmiah yang ia terbitkan terutama pada bidang statistika biologi. Contohnya adalah penelitian eksperimental yang menjadi asal usul lahirnya rumus Federer hingga dapat digunakan saat ini.
Baca Juga: Mengenal Rumus Hukum Gauss dalam Fisika
Demikianlah penjelasan mengenai rumus federer yang sering digunakan dalam penelitian eskperimental. Semoga bermanfaat! (NUM)
