Mengenal Sampah Luar Angkasa dan Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah luar angkasa (space junk) merupakan komponen sisa yang dapat berbahaya bagi kehidupan di Bumi. Jenis sampah ini bisa berupa serpihan satelit yang nonaktif.
Banyaknya sampah antariksa dapat menimbulkan berbagai ancaman. Adapun dampaknya antara lain bisa membuat eksplorasi di orbit bumi jadi berbahaya. Selain itu sampah luar angkasa juga bisa menyebabkan kerusakan wahana ruang angkasa.
Mengenal Sampah Luar Angkasa
Sampah luar angkasa dapat diartikan sebagai puing-puing di antariksa yang berasal dari sisa satelit maupun bagian roket. Pada umumnya, sampah tersebut bermula dari satelit yang hancur akibat saling bertabrakan maupun terbakar di lapisan permukaan bumi.
Di angkasa terdapat lebih dari 750.000 keping sampah yang dihadapi dari aktivitas manusia, baik berbahan metal dan nonmetal. Setiap tahunnya, tumpukan sampah tersebut terus-menerus bertambah di orbit.
Mengutip buku Sejarah Satelit Palapa Indonesia Jilid IV, Tempo Publishing, (2020:88), space junk bergerak memutari bumi dengan kecepatan sampai 17.500 mil per jam. Dengan kecepatan yang tinggi, komponen sampah dapat mengancam keselamatan, baik bagi para astronot, satelit, dan wahana antariksa lainnya.
Untuk lebih memahaminya, beberapa contoh bahaya yang diakibatkan oleh space junk adalah sebagai berikut.
1. Kasus Kosmos 954
Kosmos 954 merupakan satelit nuklir yang diluncurkan oleh Uni Soviet untuk mengorbit di Bumi. Akan tetapi satelit kosmos hanya bertahan beberapa minggu sebelum akhirnya kembali ke Bumi. Saat memasuki permukaan bumi, puing-puing satelit (space junk) jatuh di Kanada.
Berdasarkan buku Hukum Antariksa, Dr. Mardianis, S.H., M.H, (2016:191), meskipun tidak ada korban jiwa, atau implikasi kesehatan yang serius, akibat kecelakaan kosmos 954. Terdapat kerusakan properti Kanada, khususnya aspek lingkungannya.
2. Kasus Kosmos 1402
Satelit kosmos 1402 juga merupakan sumber sampah ruang angkasa, yang mengalami kegagalan ketika meluncur ke orbit penyimpan. Peristiwa ini berlangsung pada penghujung tahun 1982.
Insiden ini mengakibatkan pecahan puing satelit mendarat di Samudra Atlantik Selatan. Bagian dari satelit yang terakhir jatuh ke Bumi adalah inti reaktor yang telah terpisah.
Baca Juga: Mengenal Jenis Makanan Antariksawan Saat di Luar Angkasa
Sampah luar angkasa termasuk persoalan yang memerlukan perhatian masyarakat dunia. Sehingga solusi untuk mengatasi sampah yang mengancam lingkungan luar angkasa penting untuk dikembangkan, demi keberlangsungan generasi mendatang. (Riyana)
