Mengenal Saraf Penciuman yang Terdapat pada Hidung Manusia

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hidung merupakan bagian tubuh manusia yang berperan penting untuk mengenali aroma di lingkungan sekitar. Dalam hal ini, komponen saraf penciuman yang terdapat pada hidung adalah olfaktori.
Pada dasarnya, hidung (nasal) adalah indra pembau yang dapat menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia dalam bentuk gas, karena mempunyai kemoreseptor olfaktori. Jaringan ini termasuk saraf khusus yang letaknya di epitelium olfaktori pada rongga hidung.
Saraf Penciuman yang Terdapat pada Hidung Manusia
Menurut Buku Ajar Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Sistem Persarafan, Arif Muttaqin, (2008:74), saraf penciuman yang terdapat pada hidung adalah saraf olfaktorius (saraf kranial I). Jenis saraf ini berperan untuk menghantarkan bau menuju otak untuk diolah lebih lanjut.
Sel olfaktori berupa neuron yang memiliki silia, yang menonjol ke dalam mucus di rongga hidung. Di ujung setiap sel pembau terdapat rambut-rambut yang bereaksi terhadap bahan kimia maupun bau-bauan di udara.
Saraf karnial tersebut dapat mengidentifikasi bau dengan cepat. Serabut-serabut saraf ini dikenal sebagai bagian olfaktorik, yang berada pada bagian atas selaput lendir.
Selain itu, saraf olfaktorius juga dilapisi sel-sel yang berkaitan dengan bulbus olfaktorius. Pada hakikatnya, jaringan ini bisa berfungsi untuk memperluas sensitivitas deteksi bau.
Cara Kerja Saraf Penciuman Hidung
Lebih lanjut, setelah mengetahui saraf penciuman yang terdapat pada hidung adalah saraf olfaktori. Agar semakin memahami terkait mekanisme saraf tersebut, berikut ini merupakan cara kerja indra penciuman yang perlu diketahui.
Rangsangan berupa senyawa kimia tertentu yang terdapat pada udara masuk melalui bagian hidung.
Senyawa tersebut akan ditransmisikan ke jaringan dalam mucus dan menempel pada sel kemoreseptor hidung.
Kemudian, terbentuk ikatan di membran plasma sel kemoreseptor, yang terjadi antara senyawa dengan reseptor spesifik.
Dari proses pengikatan ini mengakibatkan terciptanya impuls (potensial aksi), yang selanjutnya akan dihantarkan oleh sel saraf menuju otak.
Di dalam otak, potensial aksi diterjemahkan dan dikonversi menjadi sensasi bau yang dihasilkan.
Berbagai macam bau yang menempel pada kemoreseptor dapat dibedakan oleh otak manusia, berdasarkan dengan masing-masing jenisnya.
Baca Juga: Fungsi Hidung dalam Sistem Pernapasan dan Penciuman Manusia
Jadi, dapat diketahui bahwa saraf penciuman yang terdapat pada hidung adalah saraf olfaktorius. Dengan adanya informasi tersebut, semoga dapat menambah wawasan bagi pembaca. (Riyana)
