Mengenal Siklus Calvin Pada Fotosintesis beserta Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siklus Calvin merupakan reaksi pembentukan glukosa melalui reaksi kimia yang mengubah CO2 dan beberapa komponen menjadi gliseraldehida 3-fosfat. Siklus Calvin terjadi di stroma kloropas tumbuhan.
Penamaan siklus Calvin berasal dari penemunya, yakni Melvin Calvin Ellis. Siklus Calvin dapat disebut juga dengan reaksi tahap kedua pada fotosisntesis yang disebut dengan raski gelap. Siklus ini akan terus-menerus berputar sampai ke molekul asalnya.
Tahap Siklus Calvin
Dalam buku Biologi SMA untuk Kelas XII oleh Gunawan Susilowarno dkk (2008:44), siklus Calvin terjadi di kloroplas stroma (cairan) dan tidak memerlukan cahaya sehingga siklus ini disebut reaksi gelap (reaksi Blackman).
Reaksi gelap merupakan proses fiksasi CO2 untuk membentuk glukosa dengan menggunakan energi yang dihasilkan oleh reaksi terang. Siklus ini terjadi 3 tahap, yaitu tahap fiksasi, reduksi, dan regenerasi sintesis glukosa. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1. Fiksasi
Pada tahap fiksasi CO2 diikat oleh RuBP (Ribulosa Bifosfat) molekul beratom 5C dan akan membentuk PGA atau APG (Asam Fosfogliserat) molekul atom 3C. Reaksi fiksasi ini dikatalisis oleh enzim Rubisco (Ribulose Biphosphat Karboksilase).
2. Reduksi
PGA atau APG yang dihasilkan pada tahap fiksasi kemudian direduksi menjadi molekul fosfogliseroldehida (PGAL) molekul beratom 3C dengan menggunakan energi ATP dan NADPH2. Dalam 6 putaran siklus Calvin ini akan didapatkan 12 PGAL.
3. Regenerasi
10 PGAL hasil reduksi selanjutnya akan mengalami regenerasi menjadi 5 RuBP. Dari 6 PGAL selanjutnya 5 PGAL akan mengalami regenerasi membentuk RuBP dan 2 PGAL yang digunakan untuk mensintesis glukosa sebagai hasil akhir dari proses fotosintesis.
Hasil Siklus Calvin
Siklus Calvin sangat dibutuhkan untuk keseimbangan ekosistem. Dari 3 tahapan di atas, siklus ini menghasilkan beberapa produk yaitu sebagai berikut.
Setiap putaran yang terjadi pada siklus Calvin akan memperbaiki satu molekul karbon yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula.
Menghasilkan molekul gliseraldehida-3 fosfat dengan sekurang-kurangnya melalui tiga putaran siklus.
Setelah berlangsung enam putaran maka akan terbentuk dua molekul gliseraldehida-3 fosfat yang akan digabungkan dalam bentuk molekul glokosa.
Perlu menjadi catatan bahwa untuk memperoleh gliseraldehida-3 fosfat dalam setiap putaran siklus Calvin memerlukan 2 NADPH dan 3 ATP yang nantinya akan ditambahkan elektron ke asam 3-fosfogliserat.
Selain itu untuk bisa menghasilkan 1 molekul glukosa diperlukan 12 NADPH dan 19 ATP.
Peranan Siklus Calvin
Siklus Calvin menjadi salah satu bagian yang harus dilewati oleh organisme autotrof atau pada tanaman tingkat tinggi dan alga yang memiliki mekanisme dekarboksilasi primer tunggal.
Produk dari siklus Calvin akan berfungsi dalam keseimbangan ekosistem. Dalam kehidupan produsen, fungsi siklus Calvin adalah sebagai salah satu pemeran utama yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan hidup konsumen.
Setiap tumbuhan melakukan proses metabolisme yang membutuhkan silkus Calvin dalam menghasilkan glukosa dan kestabilan penyediaan oksigen bagi kehidupan.
Baca juga: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Fotosintesis pada Tumbuhan
Dapat disimpulkan bahwa siklus Calvin terjadi di stroma dengan reaksi pembentukan glukosa melalui reaksi kimia tanpa membutuhkan cahaya sehingga energi yang digunakan berasal dari reaksi terang. (MRZ)
