Konten dari Pengguna

Mengenal Sistem 2 Kingdom yang Merupakan Klasifikasi Makhluk Hidup

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sistem 2 kingdom. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sistem 2 kingdom. Sumber: www.unsplash.com

Pada abad ke-18, seorang ilmuwan berkebangsaan Swedia bernama Carolus Linnaeus memberikan kontribusi besar terhadap dunia biologi dengan menciptakan sistem klasifikasi makhluk hidup yang dikenal sebagai sistem 2 kingdom, yaitu Kingdom Animalia dan Kingdom Plantae.

Menurut buku Pewarisan Sifat pada Manusia, Hewan dan Tumbuhan, Eko Susilowati, S.Pd dan Drs. Wagino Sunarto (2020:31), untuk mempelajari makhluk hidup yang sangat besar keanekaragamannya secara keseluruhan adalah tidak mungkin. Untuk itu, tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah menyederhanakan objek kajian, sekaligus mempermudah dalam mengenal keanekaragaman makhluk hidup.

Sistem 2 Kingdom: Animalia dan Plantae

Ilustrasi sistem 2 kingdom. Sumber: www.unsplash.com

Sistem 2 kingdom merupakan landasan utama dalam memahami keanekaragaman hayati di bumi. Di abad ke-18, di mana dunia ilmiah belum memiliki pandangan yang jelas tentang keanekaragaman hayati, Carolus Linnaeus melihat kebutuhan akan sistem klasifikasi yang terstruktur dan mengembangkan sistem klasifikasi 2 kingdom.

Berikut penjelasan sistem klasifikasi 2 kingdom pengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kingdom utama.

1. Kingdom Animalia atau Hewan

Kingdom animalia adalah kingdom yang mencakup semua organisme yang dapat bergerak. Hewan di dalamnya memiliki berbagai cara bergerak, mulai dari hewan yang berjalan, terbang, berenang, hingga hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur atau melahirkan.

Sistem ini mencakup beragam kelompok hewan, yaitu:

a. Hewan Tidak Bertulang Belakang (Avertebrata)

Avertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau rangka belakang. Morfologi struktur seperti sistem pernapasan dan sistem peredaran darah pada hewan avertebrata cenderung lebih sederhana daripada hewan vertebrata.

Ada 5 kelompok makhluk hidup yang termasuk ke dalam hewan avertebrata, yaitu:

  • Porifera atau hewan berpori

  • Coelenterata atau hewan berongga

  • Vermes atau cacing

  • Mollusca atau hewan bertubuh lunak

  • Arthropoda atau hewan berbuku-buku

b. Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)

Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang atau rangka belakang. Hewan vertebrata terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu:

  • Pisces atau ikan

  • Amphibia

  • Reptilia

  • Aves atau unggas

  • Mamalia atau hewan menyusui

2. Kingdom Plantae atau Tumbuhan

Dalam kingdom plantae, Linnaeus mengelompokkan semua organisme yang memiliki kemampuan fotosintesis. Tumbuhan, menurut konsep ini, merupakan makhluk hidup yang tidak mampu bergerak dan memiliki klorofil untuk menangkap energi matahari guna menghasilkan makanan.

Kingdom plantae sendiri dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu:

a. Tumbuhan Tidak Berpembuluh tanpa Xilem dan Floem

Contohnya adalah tumbuhan lumut atau bryophyta, dengan ciri-ciri:

  • Kelompok tumbuhan yang hidup di daratan.

  • Umumnya berwarna hijau dan memiliki ukuran kecil, dengan ukuran terbesar mencapai 50 cm.

  • Lumut biasanya tumbuh di atas permukaan batu, kayu, pohon, dan tanah.

  • Meskipun kecil, lumut mampu melakukan fotosintesis karena mengandung klorofil. Kelompok ini ditandai dengan ketidakberadaan akar, batang, dan daun sejati.

  • Teridentifikasi dan diklasifikasikan ada sekitar 16.000 spesies lumut.

b. Tumbuhan Berpembuluh

Contohnya adalah tumbuhan paku atau pteridophyta, dengan ciri-ciri:

  • Merupakan tumbuhan yang memiliki daun, batang, dan akar sejati, tetapi tidak memiliki bunga.

  • Daun mudanya bergulung, dan di bagian bawah daun dewasa terdapat bintik-bintik coklat kehitaman yang disebut sorus. Sorus ini berisi kotak spora atau sporangium yang mengandung banyak spora.

Baca juga: 3 Perbedaan antara Protista dan Monera dalam Klasifikasi Makhluk Hidup

Penemuan sistem 2 kingdom telah memberikan kontribusi besar dalam memahami keragaman makhluk hidup. Meskipun telah berkembang menjadi sistem klasifikasi yang lebih terperinci, tetapi fondasi yang diletakkan Carolus Linnaeus tetap menjadi titik awal penting dalam penelitian biologi dan ekologi. (VAN)