Konten dari Pengguna

Mengenal Struktur Pendukung Pertukaran Gas dalam Tubuh Manusia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Struktur Pendukung Pertukaran Gas dalam Tubuh Manusia. Sumber: Pexels/Anna Shvets
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Struktur Pendukung Pertukaran Gas dalam Tubuh Manusia. Sumber: Pexels/Anna Shvets

Pertukaran gas dalam tubuh manusia merupakan proses pengambilan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida melalui pernapasan. Di balik proses tersebut, ada struktur pendukung pertukaran gas dalam tubuh manusia untuk memastikan prosesnya terjadi dengan baik.

Dikutip dari Buku Herbal Penyembuh Gangguan Sistem Pernapasan, Joko Suryo, (2010: 2), sistem pernapasan merupakan sistem utama sehingga apabila sistemnya tidak berfungsi, maka sistem lain juga tidak akan berfungsi.

Untuk menghasilkan sistem pernapasan manusia yang sempurna, dibutuhkan organ-organ penunjang, termasuk struktur pendukung alat-alat pernapasan.

Struktur Pendukung Pertukaran Gas dalam Tubuh Manusia

Ilustrasi Struktur Pendukung Pertukaran Gas dalam Tubuh Manusia. Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk

Struktur pendukung pertukaran gas dalam tubuh manusia terjadi pada alveolus paru-paru.

Alveolus ini adalah bagian dari paru-paru yang berbentuk gelembung-gelembung udara yang memiliki dinding tipis, selalu lembab, dan banyak mengandung kapiler darah, sehingga berfungsi sebagai tempat terjadinya difusi oksigen dan karbondioksisa melalui kapiler darah tersebut.

Epithelium yang berada di permukaan alveolus sangat luas dan berlipat-lipat. Permukaan alveolus apabila direntangkan dapat menjadi 50-60 kali lebih luas dibandingkan permukaan tubuh manusia sekitar 100 meter persegi.

Orang yang tenggelam akan kemasukan air di dalam gelembung alveolusnya. Keberadaan air yang berlebihan di dalam alveolus dapat menutupi permukaannya, sehingga menghambat difusi dan menyebabkan kegagalan dalam bernapas.

Namun, setelah dipacu dengan udara pernapasan melalui teknik pernapasan buatan, maka akan mengaktifkan proses difusi dan kontraksi otot, sehingga mendorong ari dari alveolus keluar, sehingga menyebabkan muntah dan mengeluarkan air baik dari alveolus maupun lambung, dan akhirnya dapat bernapas normal kembali.

Struktur Pembentuk Alveolus

Ilustrasi Struktur Pendukung Pertukaran Gas dalam Tubuh Manusia. Sumber: Pexels/Kelvin Valerio

Berikut beberapa struktur pembentuk alveolus.

  • Skuamosa alveolar (tipe 1) yang merupakan sel-sel pembentuk struktur alveolar.

  • Sel alveolar besar (tipe 2) dimana ini memiliki tugas mensekresikan surfaktan untuk membantu mengurangi tegangan pada permukaan air, serta membantu proses pemisahan membran.

    Dengan begitu, proses pertukaran gas akan berjalan lebih mudah. Sel alveolar besar ini juga membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada endotelium dari alveolus.

  • Sel-sel sepitel skuamosa yang bertugas sebagai pembetuk kapiler dalam difusi gas.

Baca juga: 4 Fungsi Bronkus dalam Sistem Respirasi Manusia

Pertukaran gas di dalam tubuh manusia terjadi melalui serangkaian struktur pendukung pertukaran gas dalam tubuh manusia itu sendiri. Struktur tersebut terjadi pada bagian alveolus di bagian paru-paru. Semoga membantu! (ERI)