Konten dari Pengguna

Mengenal Teori X dan Teori Y dalam Formalisasi Menurut Douglas McGregor

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori x dan teori y dalam formalisasi. Sumber: Unsplash/Windows
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori x dan teori y dalam formalisasi. Sumber: Unsplash/Windows

Douglas McGregor adalah seorang ahli psikologi sosial yang memperkenalkan dua pandangan berbeda mengenai motivasi manusia dalam bekerja. Kedua pandangan tersebut dikenal sebagai teori x dan teori y dalam formalisasi.

Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, teori x dan teori y hasil penelitian Douglas McGregor menjelaskan bahwa para manajer melakukan pendekatan kepada karyawan menggunakan dua pola umum, yaitu teori x dan teori y.

Teori X dan Teori Y dalam Formalisasi

Ilustrasi teori x dan teori y dalam formalisasi. Sumber: Unsplash/Annie Spratt

Teori x dan teori y dalam formalisasi atau prosedur memberikan kerangka kerja yang penting bagi para manajer untuk memahami perilaku dan motivasi para karyawannya, serta bagaimana memimpin dan mengelola organisasi yang lebih efektif.

Untuk lebih jelasnya, berikut pemaparan teori x dan teori y yang dikembangkan oleh Douglas McGregor.

1. Teori X

Teori ini didasarkan pada pandangan pesimis tentang sifat manusia. Menurut teori ini, ada beberapa asumsi dasar tentang karyawan, yaitu:

  • Tidak suka bekerja: Secara alami karyawan tidak menyukai pekerjaan dan akan menghindarinya jika memungkinkan.

  • Kebutuhan akan pengawasan: Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipaksa, diawasi, dan diancam dengan hukuman mencapai tujuan organisasi.

  • Kurangnya ambisi: Karyawan lebih suka diarahkan, menghindari tanggung jawab, dan memiliki sedikit ambisi.

Menurut Douglas McGregor, manajemen tipe x cenderung menggunakan gaya manajemen yang otoriter. Dengan pengawasan ketat, pengendalian kaku, dan ancaman hukuman adalah cara efektif untuk memotivasi karyawan.

2. Teori Y

Sebaliknya, teori y didasarkan pada pandangan yang lebih optimis tentang sifat manusia. Menurut teori ini, ada beberapa asumsi dasar tentang karyawan, yaitu:

  • Bertanggung jawab: Karyawan bertanggung jawab penuh dengan semua pekerjaan dan memiliki motivasi yang kuat mengerjakan semua pekerjaan yang telah diberikan.

  • Kontrol diri dan komitmen: Karyawan akan mengarahkan dan mengendalikan diri mereka sendiri jika berkomitmen terhadap tujuan organisasi.

  • Memerlukan sedikit bimbingan: Karyawan hanya membutuhkan sedikit bimbingan atau bahkan tidak memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugasnya.

  • Kreativitas dan Inovasi: Karyawan dapat menyelesaikan tugas dan masalah yang terjadi dengan penuh kreatif dan imajinatif.

Dalam organisasi perusahaan yang mengadopsi manajemen teori Y ini, maka semua karyawan akan terlibat dalam pengambilan Keputusan dan memiliki lebih banyak tanggung jawab.

Kesimpulan dari teori x dan teori y dalam formalisasi yang dikembangkan oleh Douglas McGregor memberikan pandangan berbeda tentang motivasi karyawan dan bagaimana seharusnya dikelola dalam perusahaan. (ERI)

Baca juga: Bagaimana Perbedaan Budaya Dapat Mempengaruhi Perilaku Kerja Seseorang?