Konten dari Pengguna

Mengenal Tiga Gerakan Bulan di Alam Semesta

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tiga gerakan bulan. Sumber: pexels.com/SamerDaboul
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tiga gerakan bulan. Sumber: pexels.com/SamerDaboul

Tiga gerakan bulan merupakan penyebab penampakan bulan berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Gerakan tersebut juga memengaruhi beberapa peristiwa di bumi.

Bulan adalah benda langit terdekat dengan bumi dalam tata surya. Rasa ingin tahu terhadap penghuni tata surya selain bumi diwujudkan dengan melakukan pengamatan pergerakan bulan dan mengirim misi ke bulan.

Tiga Gerakan Bulan

Ilustrasi tiga gerakan bulan. Sumber: pexels.com/SevenstormJuhaszimrus.

Bulan adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Bulan tampak dari bumi karena memantulkan cahaya dari matahari. Bulan juga merupakan sateli bumi. Karena itu, gerakan bulan berkaitan erat dengan bumi dan matahari.

Dikutip dari Arif Cerdas SD/MI Kelas 6, Christiana Umi (2019:440), bulan melakukan 3 gerakan, yaitu rotasi, revolusi bulan terhadap bumi dan revolusi bulan terhadap matahari. Berikut penjelasan tentang tiga gerakan bulan tersebut.

1. Rotasi Bulan

Rotasi bulan adalah gerakan bulan pada sumbu atau porosnya. Bulan membutuhkan waktu 29,5 hari atau satu bulan untuk sekali rotasi.

Periode rotasi bulan sama dengan periode revolusi bulan terhadap bumi sehingga permukaan bulan yang menghadap bumi selalu sama. Karena itu permukaan bulan yang teramati dari bumi hanya satu sisi saja.

2. Revolusi Bulan terhadap Bumi

Revolusi bulan terhadap bumi adalah gerakan bulan mengelilingi bumi. Akibat dari revolusi ini, penampakan bulan dari bumi berubah-ubah sesuai dengan posisi bulan terhadap matahari, yang disebut dengan fase bulan.

Fase bulan terdiri dari:

  1. Fase bulan mati atau bulan baru, yaitu ketika permukaan bulan yang terkena sinar matahari berada di belakang bumi. Pada fase ini, bulan tidak tampak pada malam hari.

  2. Fase bulan sabit, yaitu bulan mulai tampak dari bumi.

  3. Fase bulan separuh, yaitu ketika permukaan bulan yang mendapat sinar matahari dipantulkan ke bumi.

  4. Fase bulan bungkuk (cembung) atau bulan tiga perempat. Fase ini menuju ke bulan purnama.

  5. Fase bulan purnama, yaitu ketika bulan tampak bundar sepenuhnya dari bumi. Setelah fase ini, bulan akan kembali ke fase bungkuk, separuh, sabit, dan bulan mati, lalu diteruskan dengan mengulang fase sebelumnya.

3. Revolusi Bulan terhadap Matahari

Sebagai satelit bumi, bulan mengikuti pergerakan bumi mengelilingi matahari. Jadi, bulan dan bumi melakukan revolusi bersama-sama terhadap matahari.

Dalam setahun, bulan mengelilingi matahari satu kali dan bumi 12 kali sehingga terdapat 12 bulan dalam kalender Masehi. Revolusi bulan juga mengakibatkan pasang surut air laut dan gerhana.

Baca juga: Mengenal Planet ke-7 dari Matahari beserta Ciri-cirinya

Tiga gerakan bulan di alam semesta telah diulas di atas. Memahami gerakan bulan menggunakan alat peraga atau gambar akan sangat membantu. (lus)