Konten dari Pengguna

Mengenal Ukuran Pemusatan dalam Statistika

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengenal ukuran pemusatan. Sumber foto: pixabay/PhotoMIX-Company
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengenal ukuran pemusatan. Sumber foto: pixabay/PhotoMIX-Company

Pada ilmu statistika, ukuran pemusatan adalah nilai yang mewakili suatu rangkaian data. Ukuran ini dapat digunakan untuk menginterpretasikan karakteristik data secara umum, yaitu melalui perhitungan modus, mean, dan median.

Ukuran ini juga memiliki berbagai kegunaan. Salah satunya, untuk pengolahan data numerik pada pengamatan. Dengan demikian, untuk menambah wawasan materi ini penting dipelajari lebih lanjut.

Mengenal Ukuran Pemusatan

Ilustrasi ukuran pemusatan adalah. Sumber foto: pixabay/geralt

Mengutip buku Statistik Pendidikan Analisis Asesmen Menggunakan Jamovi, Artha Mahindra Diputera, (2022:53), ukuran pemusatan adalah cara untuk mencari nilai tengah dari satu gugus data, yang telah diurutkan dari nilai yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya dari nilai terbesar sampai yang terkecil.

Adapun untuk semakin memahami terkait hal tersebut, berikut ini merupakan jenis perhitungan yang sering digunakan dalam ukuran pemusatan suatu data.

1. Rata-Rata

Rata-rata (mean) merupakan jumlah keseluruhan nilai data dibagi dengan sejumlah data yang ada. Adapun, mean dibagi menjadi dua macam, yaitu

  • Rata-Rata Data Tunggal

    Perhitungan ini dapat diperoleh dengan cara mengakumulasikan seluruh nilai dan membaginya dengan banyak suatu data. Rumus rata-rata hitung tunggal dapat dinyatakan sebagai berikut.

    X̄ = ΣΧ/ n

    Keterangan:

    X̄ = Rata-rata

    ΣΧ = Banyaknya data

    n = Jumlah seluruh data

  • Rata-Rata Data Kelompok

    Apabila dalam kumpulan data terdapat beberapa orang memiliki nilai yang sama, maka menghitung mean perlu memperhatikan jumlah data yang memiliki nilai yang sama tersebut. Rumus yang dapat digunakan yaitu:

    X̄= ΣfX/N

    Keterangan:

    X̄ = Rata-rata

    ΣfΧ = Jumlah nilai dikali frekuensi.

    N = Banyaknya data

2. Modus

Modus merupakan angka yang paling sering muncul dan mempunyai frekuensi tertinggi dari data yang diperoleh.

3. Median

Median adalah nilai tengah pada suatu data setelah diurutkan. Median membagi data menjadi dua bagian yang sama besar. Cara menghitung median dapat digunakan rumus di bawah ini.

Keterangan:

n= banyaknya

Jika n data tunggalnya ganjil maka,

Median/me= nilai data yang di tengah.

Sedangkan, jika n data tunggalnya genap maka,

Median= jumlah 2 data yang ada di tengah ÷ 2

Contoh Perhitungan Ukuran Pemusatan

Ilustrasi contoh perhitungan ukuran pemusatan. Sumber foto: pixabay/Cobanams

Setelah memahami ukuran pemusatan adalah salah satu pengukuran data dalam statistika, berikut ini contoh perhitungan ukuran pemusatan data yang bisa dipelajari sebagai referensi belajar.

Contoh Soal

Diperoleh data penimbangan berat badan terhadap 10 siswa SD adalah 36, 40, 35, 45, 38, 42, 40, 37, 35, 40. Hitunglah berapa mean dan modus dari data tersebut.

Diketahui:

ΣΧ= 36, 40, 35, 45, 38, 42, 40, 37, 35, 40

n = 10

Ditanyakan:

Mean..?

Modus...?

Dijawab:

Mean

X̄ = ΣΧ/ n

X̄= 36+40+35+45+38+42+40+37+ 35+40/10

X̄= 388/10

X̄ = 38,8

Modus

Bilangan yang paling sering muncul pada data tersebut adalah 40, dengan frekuensi muncul sebanyak tiga kali.

Sehingga, dapat diketahui mean dan modus dari data tersebut berturut-turut adalah 38,8 dan 40.

Baca Juga: 5 Contoh Soal Ukuran Pemusatan Data beserta Pembahasannya

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ukuran pemusatan adalah nilai yang dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan data. Semoga informasi tersebut dapat membantu pembaca, dalam menyelesaikan pengolahan data statistik dengan lebih mudah. (Riyana)