Konten dari Pengguna

Mengenal Yeonsangun, Raja Tiran Joseon yang Dikenal Kejam

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Raja Tiran Joseon - foto:pexels/Tranmautritam
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Raja Tiran Joseon - foto:pexels/Tranmautritam

Dinasti Joseon yang berlangsung selama lima abad memengang peranan penting dalam perjalanan negara Korea. Sayangnya, terdapat sejarah hitam mengenai raja tiran Joseon, yaitu Yeonsangun yang dikenal kejam.

Yeonsangun adalah Raja Joseon ke-10 yang mulai memerintah 1494. Ia dikenal memerintah dengan cara yang diktator dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya.

Raja Tiran Joseon, Yeonsangun yang Memerintah Secara Diktator

ilustrasi Raja Tiran Joseon - foto:pexels/cheng shi song

Mengutip dari KOREA: DULU & SEKARANG: Korea selatan, Dulu dan Sekarang, Layanan Informasi dan Kebudayaan Korea Kementerian Budaya, Olahraga dan Pariwisata (2012:201), dinasti Joseon didirikan oleh Jenderal Yi Seong-gye pada tahun 1392 setelah berhasil menggulingkan dinasti Goryeo.

Dinasti Joseon mengambil ajaran Konghucu sebagai filasat utama, sementara dinasti Goryeo yang menganut ajaran Buddha sebagai ideologi negara. Jenderal Yi Seong-gye yang kemudian dikenal sebagai Raja Taejo berhasil membangun dasar-dasar Joseon dengan pembersihan politik serta menjaga stabilitas nasional.

Dalam perjalanan Dinasti Joseon Raja Taejo, maka Yeonsangun dinobatkan sebagai Raja Joseon ke-10 untuk menggantikan Ayahnya, Seongjong yang bertahta pada tahun 1457–1494. Joseon di bawah Seongjong menunjukkan perkembangan ekonomi nasional dan kemakmuran yang meningkat.

Sayangnya, hal tersebut berubah saat masa kepemimpinan Yeonsangun. Berbanding terbalik dengah Seongjong, justru Yeonsangun mendapat cap sebagai pemimpin diktator paling buruk dari Dinasti Joseon.

Sebenarnya, pada masa awal pemerintahannya, Yeonsangun bersikap bijaksana dan mampu memperkuat pertahanan nasional. Kekejamannya dimulai ketika ia membunuh salah satu gurunya, Jo Sa-seo.

Tindakan Yeonsangun yang dianggap paling kejam adalah pembersihan berdarah yang membunuh para bangsawan Seonbi. Selain itu, tindakan lain yang dianggap sewenang-wenang adalah menahan seribu wanita dari berbagai provinsi untuk dijadikan penghibur istana.

Tidak sampai di situ, Raja Yeonsangun kemudian menghancurkan berbagai wilayah pemukiman rakyat di ibu kota, kemudian mengusir mereka. Rakyat diperintahkan kerja paksa untuk untuk membangun tempat berburu dan tempat hiburan. Institusi pendidikan terkemuka Josen, Seonggyungwan dijadikan tempat hiburan pribadi Raja.

Tindakan Raja yang mementingkan kerajaan dan kesenangan pribadi kemudian membuatnya dibenci rakyat. Hingga mereka menghina Raja dengan poster yang ditulis dalam bahasa Hangul. Yeonsangun yang marah kemudian melarang penggunaan bahasa tersebut.

Kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap Raja Yeonsangun kemudian melahirkan pemberontakan dan kudeta pada tanggal 2 September 1506. Kudeta ini berhasil menurunkan raja dan menggantikannya dengan saudara tirinya, Jungjong sebagai Raja ke11.

Setelah kudeta, Yeonsangun sebagai raja tiran Joseon dibuang ke pengasingan. Kemudian, meninggal dunia setelah beberapa minggu kemudian. Yeonsangun tidak memiliki nama kuil sebagaimana raja-raja sebelumnya, karena turun dari tahta setelah kudeta. (RRS)

Baca Juga: Raja Joseon Paling Tampan dan Daftar Raja Lainnya