Mengetahui Fungsi Seni bagi Apresiator beserta Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi seni bagi apresiator adalah untuk mendapatkan pengalaman estetis yang didapatkan dari karya seni yang sudah dilihatnya. Selain itu ada fungsi lain berupa mendapatkan nilai seni. Nilai seni tersebut merupakan segala nilai keindahan yang terdapat dalam karya seni.
Seni termasuk salah satu unsur kebudayaan tidak terpisahkan dari kehidupan manusia yang sudah ada sejak dahulu. Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.
Fungsi Seni bagi Apresiator
Pada dasarnya seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu. Seni bisa dipandang sebagai proses yang dilakukan oleh manusia, baik sebagai proses kreasi seniman maupun proses apresiasi yang dilakukan oleh penonton (apresiator).
Dalam buku Apresiasi Prosa Fiksi: Teori, Metode, dan Penerapannya oleh Satinem (2019:251) apresiator merupakan seseorang yang menikmati karya seni kemudian memberikan penilaian terhdapat karya seni itu. Dalam melakukan penilaian tentu tidak lepas dari dua hal yaitu memuji karya seni dan mengkritik hasil karya seni itu.
Fungsi seni bagi apresiator adalah untuk mendapatkan pengalaman estetis dan nilai seni. Berikut penjelasannya.
1. Pengalaman Estetis
Bagi apresiator pengalaman estetis adalah bagian terpenting dari perjumpaan dengan karya-karya seni. Pengalaman estetis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan puas atau kagum yang mendalam tentang karya seni, objek alam, atau hal lain.
Pengalaman estetis terjadi karena adanya sikap penundukan diri pada karya seni tertentu dalam situasi tertentu. Hal ini terjadi tanpa memperdulikan apakah orang lain akan mengalami pengalaman yang sama atau tidak.
Pengalaman estetis jika dialami secara serius tidak hanya membangkitkan sikap estetis, tetapi juga membuat guratan kehidupan menjadi lebih utuh dan mendalam.
2. Nilai Seni
Istilah nilai seni muncul akibat adanya perbedaan pandangan setiap orang ketika melihat suatu karya seni. Arti nilai seni ini berhubungan erat dengan sesuatu penghargaan yang hendak diberikan dari setiap karya yang dilihat setiap orang.
Nilai seni yang ada dalam diri manusia pada umumnya terbagi menjadi 3 hal, yaitu;
Nilai intrinsik: Nilai yang terdapat dalam suatu karya seni yang dilihat berdasarkan kualitas pembentuk fisik karya seni yang diperlihatkan dengan baik. Meliputi berbagai unsur mulai dari warna, garis, bidang, tekstur, dan ruang.
Nilai ekstrinsik: Nilai yang terdapat di luar karya seni sehingga bisa dilihat dari kualitas atau harga yang ada di luar perwujudan fisiknya. Nilai ekstrinsik cenderung lebih kearah pemaknaan, harapan, pesan, simbol, dan lain-lain.
Nilai instrumental: Nilai yang memiliki fungsi untuk membantu menyelesaikan tugas dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
Baca juga: 3 Contoh Seni Secara Umum dan Fungsinya
Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi seni bagi apresiator adalah untuk mendapatkan pengalaman estetis dan nilai seni atas karya yang sudah dilihatnya. Semoga ulasan di atas dapat menambah pengetahuan pembaca. (MRZ)
