Konten dari Pengguna

Mengetahui Penyebab Kekeringan serta Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Kekeringan  Sumber www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Kekeringan Sumber www.unsplash.com

Indonesia sebagai negara tropis tidak luput dari terjadinya bencana alam kekeringan. Secara umum, penyebab kekeringan adalah kurangnya pasokan air di suatu wilayah.

Akibat yang ditimbulkan dari bencana alam kekeringan, mulai dari menyebabkan kematian, korban jiwa, hingga kerugian harta benda.

Penyebab Kekeringan serta Dampaknya bagi Kehidupan

Ilustrasi Penyebab Kekeringan Sumber www.unsplash.com

Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun).

Berdasarkan buku Manajemen Bencana, Rusnardi Rahmat Putra (2020:112), berikut adalah faktor-faktor penyebab kekeringan di Indonesia.

1. Lapisan Tanah Tipis

Biasanya bencana kekeringan sering terjadi di daerah pegunungan kars, karena di daerah ini memiliki lapisan tanah atas yang tipis. Lapisan tanah yang tipis membuat air lebih cepat menguap.

2. Air Tanah Dalam

Air hujan yang jatuh pada saat musim penghujan, akan meresap jauh ke dalam lapisan bawah tanah karena keterbatasannya dalam menyimpan air.

Air tanah yang dalam menyebabkan sumber-sumber mata air mengalami kekeringan di musim kemarau, karena air yang terdapat jauh di bawah lapisan tanah tidak mampu naik.

3. Tekstur Tanah Kasar

Tekstur tanah yang kasar, tidak mampu menyimpan air dalam jangka waktu lama, karena air hujan yang turun akan langsung mengalir ke dalam tanpa bisa ditahan.

Tekstur tanah yang kasar juga mengakibatkan penguapan relatif lebih cepat, karena rongga-rongga tanah jelas lebih lebar dan sangat mendukung terjadinya proses penguapan.

4. Iklim

Keadaan alam yang tidak menentu akan berpengaruh terhadap kondisi iklim yang terjadi.

5. Vegetasi

Vegetasi dapat menjadi penyebab kekeringan, contohnya adalah tanaman bambu. Bambu memiliki struktur yang sangat rumit, dan menutupi permukaan tanah (lapisan tanah atas).

6. Topografi (Tinggi Rendahnya Suatu Daerah)

Air hujan yang diserap oleh tanah akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Artinya, dataran tinggi memiliki risiko bencana kekeringan lebih besar daripada di dataran rendah.

Adapun dampak kejadian kekeringan bagi manusia dan lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Kerusakan terhadap habitat spesies binatang.

  2. Erosi-erosi angin dan air terhadap tanah.

  3. Kerusakan spesies tanaman.

  4. Pengaruh-pengaruh terhadap kualitas air (salinisasi).

  5. Pengaruh-pengaruh terhadap kualitas udara (debu, polutan, berkurangnya daya pandang).

  6. Kekeringan menjadikan tanah menjadi mengeras dan retak-retak, sehingga sulit untuk dijadikan lahan pertanian.

  7. Perbedaan suhu udara yang berganti secara cepat antara siang dan malam menyebabkan terjadinya pelapukan batuan lebih cepat.

Baca juga: Mengenal El Nino, Fenomena Alam yang Bisa Sebabkan Kekeringan.

Musim kemarau yang panjang merupakan penyebab kekeringan di Indonesia. Umumnya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata.(DK)