Monolog: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Monolog adalah bagian dari sebuah drama. Salah satu pencetus monolog dalam dunia televisi adalah Charlie Caplin. Setelah diperkenalkan di Hollywood, monolog semakin berkembang menjadi sarana seni dan teater.
Monolog menjadi sebuah seni peran yang tidak mudah untuk dilakukan. Itu karena membutuhkan penjiwaan yang mendalam dan totalitas pembawaan yang mampu mencuri perhatian para penonton.
Pengertian dan Ciri-Ciri Monolog
Menurut buku BAHASA DAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR oleh Laily Nurmalia, M.Pd (2023:164), monolog adalah istilah keilmuan yang diambil dari kata 'mono' yang artinya satu dan 'log' dari kata logi yang artinya ilmu.
Secara harfiah, monolog artinya suatu ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran dimana hanya membutuhkan satu orang untuk adegan/sketsanya.
Dengan kata lain, monolog adalah berbicara sendiri, bercerita sendiri, tentang suatu peristiwa atau keadaan yang sedang dialami. Gaya bahasa yang digunakan sebaiknya indah dan lancar dalam menceritakan imajinasi yang terbayang.
Monolog tentu memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan seni peran yang lainnya. Berikut beberapa ciri-ciri monolog untuk diketahui.
Perilaku monolog hanya satu orang, tidak ada lawan atau partner.
Bentuk dari pendapat seseorang dikolaborasikan dengan dialog bisu dengan perencanaan matang. Namun, beberapa orang memiliki keterampilan dalam membuat seni monolog secara spontanis.
Menggunakan tema tertentu dengan pesan narasi deskriptif.
Lebih sering digunakan untuk seni teater dan seni peran. Monolog jarang digunakan dalam drama, sinetron, ataupun FTV.
Dapat mengajak audience berinteraksi, sekadar memberikan kesan terhadap aksi mereka.
Lebih tepat dan cocok digunakan untuk dialog bisu, atau memadukan komunikasi lewat gerakan dan sendirian.
Menjabarkan secara konsisten tetapi saling berinteraksi dengan pesan satu dengan yang lain.
Contoh Monolog
Monolog banyak digunakan dalam seni teater dan dunia seni peran tidak lepas dari sebuah naskah tidak terkecuali untuk pertunjukan seni monolog. Berikut contoh teks monolog singkat yang dapat dipelajari.
Tema: Sahabat
Aku masih ingat pagi itu, di mana ada seorang anak manusia yang termenung dan diam sesaat ia terbangun dari tidur pulasnya. Anak tersebut sama sekali tak melakukan apapun, selain melamun dan juga terdiam. Tubuhnya pun hanya disandarkan pada tumpukan bantal yang disusun tinggi.
Sampai pada akhirnya, anak tersebut pun mengeluarkan kata-kata dari mulutnya. Namun, pandangan matanya tetap saja kosong. "Hari ini aku sangat malas untuk sekolah. Hari ini, aku benar-benar merasa tidak sanggup lagi untuk bersekolah." Ia pun menarik napas sejenak kemudian kembali berbicara
"Aku sangat malu pada teman-teman, mengapa aku selalu berbeda dari mereka. Apa karena aku jelek, atau apa karena aku miskin, sehingga terlihat tak sama seperti mereka."
Tema: Awal Kesuksesan
Mungkin tidak ada manusia yang sempurna. Tapi cinta yang tulus dari orang berharga di hidupmu akan membuat setiap detik yang terlewat bagai hadiah terindah dari sang pencipta, tapi tidak untukku.
Suatu hari, saat seluk beluk kehidupan di mulai. Seperti biasa tak ada seorangpun yang menganggapku ada. (Berjalan dan memperhatikan sekitar, lalu menghela nafas dan menundukkan kepala).
"Setiap hari selalu begini. Bukannya aku tidak bersyukur Tuhan. Hanya saja, kehidupan seperti ini membuatku lemah pada segala hal. Hidup yang hampa, seperti sampah yang tak berguna." (Tangan memegang dada dengan wajah sedih).
Baca Juga: Mengenal Pengertian, Struktur, dan Ciri-Ciri Drama
Demikian penjelasan mengenai pengertian monolog, ciri-ciri, beserta contoh naskah monolog yang dapat dipahami dan dipelajari. Sehingga menambah wawasan di dunia seni peran. (DVA)
