Munggahan Sebelum Puasa, Tradisi Menyambut Ramadan dari Sunda

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Islam seluruh dunia menyambut datangnya bulan suci dan penuh berkah ini dengan rasa bahagia dan sukacita. Di Indonesia, ada sejumlah tradisi yang dilakukan menjelang Ramadan, salah satunya munggahan sebelum puasa.
Tradisi menyambut bulan puasa rutin dilakukan oleh seluruh umat muslim dari Sabang sampai Merauke. Istilah kegiatan penyambutan Ramadan berbeda-beda setiap kota mengikuti bahasa daerahnya. Namun, tujuan melakukan seluruh tradisi tersebut sama yakni mempererat silaturahmi, meningkatkan ibadah, dan mempersiapkan diri secara spiritual.
Tradisi Munggahan Sebelum Puasa Ramadan yang Masih Lestari
Dikutip dari buku Misteri Bulan Ramadhan, Yusuf Burhanudin (hal.14), Ramadan adalah bulan ampunan yang menyediakan tiga tahapan penting. Sepuluh hari pertama bulan Ramadan termasuk rahmat , yang kedua maghfirah dan ketiga dijauhkana dari api neraka.
Sebelum memasuki bulan Ramadan, ada sejumlah tradisi yang selalu dikalukan. Umumnya dilakukan satu minggu sebelum bulan Ramadan. Salah satunya adalah munggahan.
Munggahan adalah tradisi dari masyarakat Islam suku Sunda dalam menyambut bulan puasa Ramadan. Kata munggahan berasal dari kata Sunda yakni munggah artinya berjalan/naik atau keluar dari kebiasaan kehidupan sehari-hari.
Adapun munggahan sebelum puasa dimaknai sebagai bentuk pengingat akan datangnya bulan suci Ramadan. Selain itu, tradisi ini juga merupakan wujud rasa syukur masyarakat Sunda kepada Allah Swt dan cara memberishkan diri dari hal-hal buruk yang telah terjadi selama satu tahun ke belakang.
Tujuan dari tradisi ini agar masyarakat terhindar dari perbuatan yang tidak baik selama menjalankan ibadah puasa Ramadan nanti. Dalam tradisi munggahan ini juga sering digunakan oleh masyarakat Sunda sebagai ajang silaturahmi.
Biasanya, masyarakat Islam Sunda yang merantau akan mudik terlebih dulu pada awal Ramadan. Tujuannya, agar bisa melakukan tradisi munggahan bersama keluarga di kampung halaman.
Ada beberapa kegiatan munggahan yang kerap dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan yaitu:
Kegiatan yang sering dilakukan dalam tradisi munggahan ini seperti baca doa bersama untuk leluhur yang telah meninggal dunia. Tujuannya untuk bisa mensyukuri nikmat Ramadan.
Melakukan ziarah ke makan leluhur dan keluarga yang sudah meninggal. Ziarah makan dilakukan dengan membawa kembang setaman dan air di dalam kendi.
Membersihkan diri dengan pergi ke tempat pemandian. Biasanya masyarakat Kota Bandung akan pergi ke tempat rekreasi atau tempat pemandian umum yang berada di Garut.
Makan bersama atau biasa disebut botram.
Munggahan sebelum puasa adalah bentuk merawat tradisi yang telah hadir turun temurun. Melakukan munggahan selain memperkuat silaturahmi juga mendekatkan diri pada Allah Swt. (RAN)
Baca juga: Apa Itu Tarhib Ramadhan? Ini Penjelasan dan Contoh Kegiatannya
