Nilai-nilai Kebajikan Universal dalam Pengambilan Keputusan

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
23 Mei 2024 11:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi nilai-nilai kebajikan universal. Sumber: unsplash.com/HannahBusing.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nilai-nilai kebajikan universal. Sumber: unsplash.com/HannahBusing.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Nilai-nilai kebajikan universal merupakan salah satu materi yang diberikan pada para calon guru penggerak (CGP) dan calon pemimpin pada umumnya. Materi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan yang mereka lakukan setiap hari.
ADVERTISEMENT
Mengambil keputusan itu tidak mudah. Setiap keputusan yang diambil oleh seseorang atau pemimpin harus dilandasi dengan tanggung jawab dan nilai-nilai kebajikan tersebut.

Mengenal Nilai-nilai Kebijakan Universal yang Perlu Diketahui

Ilustrasi nilai-nilai kebijakan universal. Sumber: unsplash.com/RendyNovantino.
Nilai-nilai kebajikan universal adalah nilai-nilai yang disepakati bersama, lepas dari suku bangsa, agama, bahasa maupun latar belakang. Nilai-nilai kebajikan pada institusi atau organisasi dapat berbeda-beda tapi semua memiliki tujuan mulia.
Nilai-nilai kebajikan harus menjadi landasan perilaku. Nilai-nilai kebajikan tersebut dapat berupa keadilan, keselamatan, tanggung jawab, kejujuran, rasa syukur, berprinsip, integritas, kasih sayang, rajin, berkomitmen, percaya diri, kesabaran, keamanan dan lain-lain.
Dikutip dari Merdeka Belajar, Joko Awal Suroto dan Kawan-kawan (2022:115), ada 9 langkah pengambilan keputusan berlandaskan nilai-nilai kebajikan yang bersifat universal, yang telah disusun secara berurutan sebagai berikut.
ADVERTISEMENT

1. Mengenali Nilai-nilai yang Saling Bertentangan

Masalah yang diputuskan bukanlah masalah kecil yang dibesar-besarkan. Sebaliknya, masalah besar tidak boleh diabaikan.

2. Menentukan Pihak yang Terlibat

Jika merupakan masalah pribadi maka tidak perlu campur tangan. Tapi jika masalah moral atau kemanusiaan, meski tidak terlibat, semua pihak harus menyumbangkan solusi.

3. Mengumpulkan Fakta yang Relevan

Fakta yang melatarbelakangi perilaku seseorang harus ketahui agar keputusan yang diambil memenuhi rasa keadilan.

4. Pengujian Benar atau Salah

Pengujian dilakukan untuk mendukung fakta yang telah ditemukan. Pengujian dapat berupa uji legal, regulasi, intuisi, publikasi, dan panutan.

5. Pengujian Paradigma Benar Lawan Benar

Kadang kedua pihak memiliki kebenaran yang sama sehingga perlu penajaman untuk melihat prioritasnya. Contoh: keadilan vs kasihan.

6. Melakukan Prinsip Resolusi

Ada 3 prinsip penyelesaian dilema yang bisa dipilih, yaitu end-based thinking, rule-based thinking dan care-based thinking.

7. Investigasi Opsi Trilema

Jika 2 pilihan solusi sama-sama tidak menguntungkan 2 pihak yang terlibat maka saatnya mencari opsi ke-3. Kadang solusi ditemukan di luar pihak yang terlibat.
ADVERTISEMENT

8. Membuat Keputusan

Membuat keputusan itu membutuhkan keberanian. Keputusan mungkin tidak bisa memuaskan semua pihak tapi masalah harus diselesaikan. Yang penting dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

9. Melihat Kembali Keputusan Tersebut dan Merefleksikannya

Pembuatan keputusan belum merupakan penutup. Keputusan tersebut dapat dilihat lagi untuk diresapi dan diambil pelajarannya.
Nilai-nilai kebajikan universal penting dipahami untuk menambah keterampilan membuat keputusan. Jika pengambilan keputusan menggunakan nilai-nilai kebajikan ini terasa sulit, pelajari kembali 9 langkah pengambilan keputusan di atas. (lus)