Orientasi Teks Perundungan Tanda Sayang pada Pelajaran Bahasa Indonesia

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat beberapa bagian yang membagi teks anekdot dalam Bahasa Indonesia. Mempelajari orientasi teks perundungan tanda sayang adalah salah satu materi yang menjadi pembahasan dalam pelajaran di kelas 10.
Belajar memahami teks anekdot sebagai salah satu cara dalam menyampaikan kritik dan membuat teks eksposisi berdasarkan hasil penelitian untuk menyampaikan fakta yang terjadi sebagai bahan untuk menyampaikan kritik sosial.
Orientasi Teks Perundungan Tanda Sayang
Teks anekdot berkaitan dengan sebuah tulisan yang mengkritik, tetapi dengan bahasa yang menarik dan cerdas. Terdapat bagian orientasi pada teks tersebut.
Menurut buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X, Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar (2021:31), suatu anekdot dibentuk oleh orientasi, komplikasi, dan evaluasi. Orientasi adalah bagian anekdot yang berisi pengenalan kondisi, tokoh, dan penggambaran terkait dengan apa, kapan, di mana masalah yang terjadi dengan tokoh tersebut.
Contoh Teks
Perundungan Tanda Sayang
Pada saat jam istirahat, dua siswi SMA sedang asyik mengobrol di kantin.
Ani : Mar, aku itu paling malas kalau ada acara keluarga.
Maria : Loh, bukannya senang dapat ketemu banyak saudara? Lagi pula kan, banyak makanan.
Ani : Ih, makanan terus. Aku itu malas ketemu mereka.
Maria : Kok, bisa?
Ani : Soalnya, pasti ibuku akan membanding-bandingkanku dengan saudara. Terus, bibi-bibi atau om-omku akan komentar macam-macam. Emangnya aku barang dagangan apa, dibanding-bandingkan dan dikomentari?
Maria : Itu artinya mereka perhatian, sayang sama kamu.
Ani : Sayang apanya? Kalau sayang itu didukung bukan dijatuhin.
Maria : Bener juga sih. Ya udah ah, nanti kamu jangan main ke rumahku lagi ya?
Ani : Loh, kenapa?
Maria : Soalnya, ibuku suka banding-bandingin aku sama kamu. Sebel tahu!
Setelah membaca keseluruhan teks, maka bagian orientasi teks Perundungan Tanda Sayang di atas yaitu:
Pada saat istirahat, dua siswi SMA sedang asyik mengobrol di Kantin.
Ani : Mar, aku itu paling malas kalau ada acara keluarga.
Maria : Loh, bukannya senang dapat ketemu banyak saudara? Lagi pula kan, banyak makanan.
Demikian penjelasan tentang orientasi teks Perundungan Tanda Sayang yang ada dalam materi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 10. Pemahaman teks akan lebih mudah jika sering berlatih membaca contoh-contoh teks anekdot lainnya. (DVA)
Baca Juga: 2 Contoh Teks Observasi Singkat dalam Bahasa Indonesia beserta Strukturnya
