Pegertian, Tujuan dan Langkah-Langkah Observasi dalam Psikologi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Observasi adalah segala hal yang berkaitan dengan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memahami variabel psikologi. Obervasi biasanya untuk penegakkan diagnosis psikologis, yang didalamnya terdapat proses pengukuran dan penggunaan berbagai teknik agar dapat memahami dan mendiagnosis variabel psikologis.
Metode observasi merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengamati dan meninjau secara cermat dan langsung di lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi yang terjadi kemudian digunakan untuk membuktikan kebenaran dari desain penelitian yang sedang dilakukan.
Tujuan dan Langkah-Langkah Observasi
Observasi yang baik akan memberikan data yang cukup dapat dipertanggungjawabkan jika berlandaskan teori yang tepat. Dengan teori, metode pencatatan yang selaras maka hal ini akan mendukung peneliti dalam membuat sebuah keputusan.
Berdasarkan buku"Observasi : Teori dan Praktek dalam Bidang Psikologi" , yang ditulis oleh Hapsari Puspita Rini, M.Psi Psikolog, Vidya Nindhita, M.Psi, Psikolog, Alfan Arifuddin (2022) , tujuan adanya observasi adalah menggambarkan sasaran yang ingin dicapai melalui proses observasi dan dinyatakan dalam bentuk pernyataan.
Hal ini sesuai dengan manfaat utama dilakukannya observasi adalah untuk memperoleh data di lapangan secara faktual dan objektif. Dengan observasi, peneliti mendapat informasi yang lebih akurat, baik berupa tempat, (ruang), pelaku, objek, kegiatan, perbuatan atau peristiwa. Observasi dilakukan secara langsung tanpa perantara terhadap objek di tempat kejadian atau tempat berlangsungnya peristiwa.
Berikut langkah-langkah yang tepat dapat sebuah observasi
1. Obyek, subyek dan tempat
Tentukan Obyek, Subyek dan Orientasi tempat (untuk judul observasi)
Contoh:
Perilaku bermain (O) anak (S) di TK Tulip (OT)
Perilaku agresif (O) waria (S) di Taman Lawang (OT)
2. Tentukan Tujuan Observasi
- Riset, alasan :
Contoh : ingin mengetahui....../penelitian kualitatif
- Psikodiagnostik , alasan:
Contoh : dilakukan untuk memperlakukan treatment yang tepat
3. Landasan Teori
Cari tinjauan Teori tentang Obyek, dan Subyek observasi serta informasi tentang tempat dilaksanakannya observasi. Info tentang tempat diperlukan, karena karakteristik satu tempat pasti berbeda dengan tempat lain.
4. Tentukan Definisi Operasional
Defenisi Operasonal adalah definisi yang Anda gunakan untuk operasionalisasi observasi.
5. Kategori
Tentukan kategori perilakunya dan diperinci dalam indikator perilaku (yang dapat diamati)
6. Lakukan Pra Observasi
Pra observasi dilakukan apabila:
Wawasan observer tentang obyek observasi terbatas
Informasi yang kurang dari landasan teori
Dilakukan observasi time sampling yang sistematis, sementara observer belum memiliki gambaran yang jelas tentang kerangka observasi yang akan dilakukan
Dari proses pra observasi dapat ditemukan indikator perilaku tambahan
7. Pendekatan observasi
Tentukan pendekatan observasi yang sistematis (menurut teori Sunberg)
8. Membuat bentuk pencatatan
Buat design pencatatan yang hendak dipakai sesuai dengan tujuan anda. Apakah: Anecdotal /Check list/Rating Scale/Kombinasi.
Baca Juga: Pengertian Observasi, Tujuan, dan Jenisnya
Demikian penjelasan yang dapat dijadikan bahan belajar bagi mahasiswa jurusan psikologi. (NDA)
