Pengertian Apersepsi dalam Pembelajaran beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apersepsi adalah salah satu konsep penting yang berhubungan dengan proses belajar mengajar. Dalam bidang pendidikan, pemahaman tentang apersepsi sangat penting bagi para tenaga pendidik untuk dapat merancang pembelajaran yang efektif.
Selain itu juga untuk memahami bagaimana siswa mengolah informasi baru. Dalam proses apersepsi yang diterapkan dalam pembelajaran memiliki beberapa faktor, yaitu pengetahuan dan pengalaman.
Pengertian Apersepsi
Mengutip dari buku Bestt Practive Hasil Penelitian di Sekolah, Desi Komala (2020:13), Apersepsi adalah pengamatan secara sadar mengenai segala sesuatu dalam jiwa (diri sendiri) yang menjadi dasar perbandingan serta landasan untuk mendapatkan ide baru.
Dalam pembelajaran, apersepsi merujuk pada proses mental yang terjadi ketika seseorang memahami dan menginterpretasikan informasi baru berdasarkan pengalaman sekaligus pengetahuan yang sudah dimiliki.
Adanya apersepsi dalam pembelajaran dapat membawa peserta didik untuk lebih fokus dalam menerima materi pelajaran. Sebagai seorang guru harus mempunyai strategi dalam menarik perhatian peserta didik, agar proses belajar di sekolah menjadi lebih efektif dan efisien.
Apersepsi biasanya dilakukan ketika akan mengawali pembelajara. Hal ini bertujuan untuk meninjau kembali sejauh mana materi yang telah dipelajari. Kemudian juga untuk membandingkan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dengan pelajaran yang akan diepelajari.
Namun, penerapan apersepsi juga dapat dilakukan setiap jeda kegiatan selama pelajaran berlangsung. Apersepsi dapat memberikan dukungan dalam menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada siswanya.
Contoh Apersepi Pembelajaran
Apersepsi sangat penting dalam proses pembelajaran siswa di kelas, karena dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan dan lebih termotivasi untuk belajar. Berikut beberapa contoh apersepsi dalam pembelajaran yang penting diketahui oleh guru.
Menunjukkan benda nyata atau contoh konkret yang berhubungan topik yang akan dipelajari. Misalnya, apabila terdapat topik yang akan dipelajari adalah tumbuhan, guru dapat menunjukkan beberapa jenis tumbuhan yang berbeda. Kemudian menjelaskan ciri-ciri setiap tumbuhan tersebut.
Membuat permainan atau aktivitas yang berhubungan dengan topik yang dipelajari. Misalnya, apabila topik yang akan dipelajari adalah matematika, guru dapat memberikan permainan yang berkaitan dengan konsep matematika tersebut.
Apersepsi adalah salah satu konsep pada psikologi pendidikan yang memiliki peran penting pada proses belajar mengajar siswa. Konsep tersebut dapat membantu siswa untuk lebih mudah menangkap dan memahami materi yang telah diajarkan oleh guru. (PAM)
Baca Juga: Ketahui 5 Kriteria Rumusan Tujuan Pembelajaran dan Penjelasannya
