Pengertian Besaran Vektor dan Konsep Dasarnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian sederhana besaran vektor adalah sesuatu yang hasilnya dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Jenis besaran fisika ini memiliki nilai dan arah.
Contoh besaran vektor salah satunya ialah seseorang yang menarik suatu benda. Lalu gaya tariknya ditandai dengan tanda panah, dan lambang yang digunakan ialah huruf yang menjadi simbol besaran vektor tersebut.
Pengertian Besaran Vektor
Mengutip buku Fisika SMA/MA Kls X, Grasindo (2007:40), besaran vektor merupakan besaran yang memiliki besar dan arah. Vektor dapat dijumlahkan secara grafik dengan menempatkan pangkal vektor kedua pada ujung vektor pertama.
Jika diartikan secara terpisah, vektor adalah besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Simbol besaran vektor dapat dinyatakan dengan huruf cetak tebal. Misalnya vektor gaya dapat dituliskan dengan F.
Beberapa contoh besaran vektor antara lain perpindahan, kecepatan, gaya, tekanan, medan magnet, impuls, dan momentum. Perlu diketahui, ketika menyebutkan besaran ini harus dengan nilai dan arahnya.
Sebagai contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah gaya dan tekanan. Saat seseorang duduk dikursi maka ia memberi tekanan yang arahnya ke bawah pada kursi. Lalu, seorang anak menarik mobil mainan dengan tali berarti ia memberi gaya pada mobil yang berarah ke tangannya.
Berikut beberapa contoh besaran vektor beserta simbolnya.
Gaya (F)
Percepatan (a)
Berat Benda (w)
Medan listrik (E)
Perpindahan (r)
dan lain-lain
Konsep Dasar Besaran Vektor
Pedoman ilmiah dalam besaran vektor adalah syarat yang harus ada untuk menghitungnya. Berikut konsep dasar besaran vektor.
Memiliki titik tangkap. Untuk menghitung vektor harus mempunyai titik tangkap yang bisa disebut titik nol, sebagai titik sebelum adanya pergeseran dari benda tersebut.
Adanya arah. Peran arah dalam perhitungan besaran vektor sangat penting. Arah ditentukan oleh arah gerak dan berlaku untuk gerakan lurus dan melengkung.
Nilai yang ditetapkan. Nilai yang terdapat dalam besaran vektor dapat diukur menggunakan alat, tergantung jenis besaran vektor yang diukur.
Perubahan Besaran Vektor. Besaran vektor dapat mengalami perubahan ketika berada dalam tiga kondisi yaitu jika besarnya berubah. arah mengalami perubahan, dan ketika besar serta arah (keduana) mengalami perubahan.
Baca Juga: Pengertian Biaya Total dan Rumusnya dalam Akuntansi
Memahami besaran vektor adalah sesuatu yang penting untuk pembelajaran para siswa dalam ilmu fisika. Dengan begitu dapat membantu penerapannya secara tepat.(DVA)
