Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ciri-Ciri Monolog dalam Dunia Seni

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian dan ciri-ciri monolog, sumber foto: Fatih Kılıç/Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian dan ciri-ciri monolog, sumber foto: Fatih Kılıç/Unsplash.com

Monolog merupakan salah satu bentuk pertunjukan yang ada di dunia seni. Ciri-ciri monolog yang paling terlihat adalah pertunjukannya hanya dilakukan oleh satu orang saja.

Artinya dalam pertunjukan monolog pembicaraan yang dilakukan hanya terjadi satu arah saja. Tidak ada timbal balik antara komunikator dengan komunikan.

Pengertian dan Ciri-Ciri Monolog

Ilustrasi pengertian dan ciri-ciri monolog, sumber foto: Erik Mclean/Unsplash.com

Dikutip dari buku Bahasa dan Sastra di Sekolah Dasar karya Laily Nurmalia, (2023) dijelaskan bahwa pengertian monolog dalam istilah keilmuan adalah ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran. Di mana hanya dibutuhkan satu orang untuk melakukan adegan.

Monolog adalah sebuah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Apa yang diucapkan itu tidak ditunjukkan kepada orang lain. Isinya mungkin ungkapan rasa senang, rencana yang akan dilaksanakan, sikap terhadap suatu kejadian dan lain-lain.

Sebagai informasi, kata monolog sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani. Monolog tersusun dari kata mono dan legein. Di mana arti kata mono adalah satu dan legein adalah berbicara.

Ada beberapa ciri-ciri monolog yang membedakan dengan jenis pertunjukan seni lainnya, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pemeran monolog jumlahnya hanya satu orang saja, jika lebih dari satu orang maka tidak bisa digolongkan sebagai seni monolog

  2. Bentuk dari pendapat seseorang dalam seni monolog bisa dikolaborasi dengan kalimat atau dialog bisu

  3. Menggunakan pesan narasi deskriptif, selain itu dibutuhkan juga dokumen pendukung seperti gambar, presentasi, video, dan lain sebagainya

  4. Dapat mengajak audiens (penonton) berinteraksi, meski sekadar memberikan kesan terhadap aksi mereka di atas panggung

  5. Monolog lebih sering digunakan untuk seni teater maupun seni peran, jadi jarang ditemukan di sinetron ataupun FTV

  6. Lebih cocok digunakan untuk dialog bisu atau dalam bahasa umumnya pertunjukan pantomime

  7. Menjelaskan cerita secara konsisten dan tetap saling berinteraksi antara satu pesan dengan pesan yang lainnya.

Seni monolog sendiri ada beberapa jenisnya. Yang pertama adalah seni monolog naratif biografis, kedua monolog fictional character-driven, monolog tropical, monolog storytelling, monolog berbasis realistis dan monolog karakter biografi.

Baca juga: Wibu: Pengertian dan Ciri-cirinya

Demikian adalah pembahasan mengenai pengertian dan ciri-ciri monolog dalam dunia seni. (WWN)