Pengertian dan Contoh Diakronik dalam Sejarah Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diakronik adalah salah satu konsep yang diajarkan dalam pelajaran sejarah mengenai proses berpikir. Contoh diakronik adalah Pertempuran Surabaya yang pernah terjadi di tahun kemerdekaan.
Selain diakronik, ada juga sinkronik yang berarti berpikir hanya pada intinya saja atau menganalisa hal pokok saja. Manfaat berpikir secara sinkronik adalah dapat mempelajari sejarah dengan lebih mendetail.
Pengertian Konsep Diakronik
Mengutip dari buku Sejarah Indonesia untuk SMK Kelas X Semester Ganjil, Fatayat Ridlo Mintarsih, (2023:10), bahwa pengertian konsep diakronik berasal dari dua kata Bahasa Latin. Kata pertama adalah “dia” yang artinya dia dan kedua “chronicus” yang artinya waktu.
Berdasarkan dua kata tersebut, diakronik adalah konsep mempelajari sejarah secara runtut dari kronologinya dengan meneliti dan menganalisa semua hal yang terjadi. Seseorang belajar dari waktu kejadian peristiwa dengan waktu yang tertulis di catatan.
Dari pengertian ini bisa didapat pelajaran bahwa dalam mempelajari sejarah penting untuk melakukan pemikiran yang beraturan sesuai dengan kronologis. Ada ciri-ciri konsep diakronik yaitu sebagai berikut.
Digunakan dalam konsep sejarah
Memanjang dan berdimensi waktu
Hubungan kausalitas dan terus bergerak
Bersifat naratif, bertransformasi, dan berproses
Lebih menekankan proses dibandingkan dengan durasi
Contoh Diakronik beserta Penjelasan
Ada dua contoh diakronik yang diajarkan dalam sejarah yaitu Pertempuran Ambarawa (20 Oktober – 15 Desember 1945) dan Pertempuran Surabaya (27 Oktober – 26 November 1945). Berikut sedikit cerita tentang peristiwa kedua contoh konsep diakronik di atas.
1. Pertempuran Ambarawa
Pertempuran Ambarawa adalah pertempuran antara Tentara Inggris dengan Tentara Indonesia yang terjadi di Semarang Jawa Tengah. Pertempuran ini dimulai ketika NICA dan Sekutu memberikan senjata ke tawanan perang Belanda di Magelang dan Ambarawa.
Penduduk setempat yang mengetahui hal tersebut marah besar dan pertempuran pun terjadi. Sampai akhirnya pertempuran berhenti ketika Presiden Soekarno dan Brigadir Bethell tiba di Magelang hingga melakukan perundingan. Berikut hasil perundingannya:
Inggris tidak akan mengakui apapun yang dilakukan NICA dan badan di bawah kekuasaannya.
Pihak Inggris tetap menaruh pasukannya di Magelang.
Jalan raya Ambarawa-Magelang kembali dibuka untuk umum.
2. Pertempuran Surabaya
Pertempuran Surabaya terjadi setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan hingga puncaknya pada 10 November 1945. Pertempuran Surabaya adalah simbol bagaimana masyarakat Indonesia mempertahankan kemerdekaannya dengan susah payah.
Berawal dari kemarahan masyarakat Indonesia karena NICA bertujuan untuk memberikan Indonesia ke pemerintahan Belanda. Bahkan di pertempuran ini memakan banyak nyawa masyarakat Indonesia.
Hingga akhirnya Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai hari pahlawan untuk menghormati para pahlawan yang berjuang di medan perang.
Baca Juga: Mengetahui Sejarah Hari Kemanusiaan Sedunia secara Singkat
Mempelajari apa saja contoh diakronik dalam sejarah akan memudahkan seseorang mengetahui bagaimana kronologi peristiwa itu bisa terjadi. Contohnya adalah Pertempuran Surabaya yang meletus setelah proklamasi kemerdekaan. (GTA)
