Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Pergerakan Konvergen

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pergerakan konvergen. Sumber: Pixabay / danfador
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pergerakan konvergen. Sumber: Pixabay / danfador

Wajah bumi senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan akibat dari pergerakan lempeng bumi. Contoh pergerakan konvergen, yaitu gerak lempeng bumi yang saling mendekat, adalah terbentuknya Pulau Aleutian di Alaska.

Bumi diibaratkan sebutir telur, dan kerak atau lapisan bumi sebagai kulitnya. Gerakan bumi yang terjadi terus-menerus membuat lapisan tersebut pecah. Inilah yang disebut lempeng gerak.

Lempeng gerak, bergerak antara 1 sampai 18 cm per tahun. Dalam pergerakan tersebut, lempengan-lempengan kerak bumi bisa saling mendekat, saling menjauh, atau bersinggungan satu sama lain, hingga menimbulkan gempa.

Pengertian Pergerakan Konvergen dan Contohnya

Ilustrasi contoh pergerakan konvergen. Sumber: Pixabay / dimitrisvetsikas1969

Mengutip Buku Pintar Penanggulangan Gempa Bumi, Utami Pratiwi, (2021: 24), pengertian gerakan konvergen adalah gerakan lempeng-lempeng tektonik yang saling mendekat sehingga menimbulkan tumbukan.

Karena tumbukan itu, salah satu lempeng akan tertekuk dan menghunjam masuk ke bawah bagian lempeng lainnya.

Menurut buku Panduan Keselamatan saat Gempa Bumi, Riza Rismawati, (2021: 57-58), pergerakan konvergen dibedakan menjadi tiga jenis.

1. Konvergen antara Lempeng Benua dengan Lempeng Samudra

Tumbukan yang timbul akibat pergerakan lempeng ini bisa menghasilkan zona subduksi, yaitu zona di mana lempeng samudra masuk ke bawah lempeng benua. Pergerakan inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Contoh:

  • Lempeng tektonik Indo-Australia yang bergerak ke arah utara dan masuk ke bawah lempeng tektonik Eurasia.

  • Lempeng Samudra Pasifik yang bertumbukan dengan lempeng benua di Amerika Utara, hingga membentuk Pulau Aleutian di Alaska.

  • Pegunungan berapi sirkum pasifik.

  • Pegunungan andes (sabuk vulkanik andes).

2. Konvergen antara Lempeng Benua dengan Lempeng Benua

Tumbukan antar dua lempeng benua, akan membuat keduanya terlipat, patah, dan menebal, hingga menghasilkan pegunungan besar dari batuan yang terangkat.

Jadi, gerakan konvergen antara dua lempeng benua akan membentuk pegunungan di daratan.

Contoh:

  • Pertemuan antara lempeng Benua India dengan lempeng Benua Eurasia, membentuk Pegunungan Himalaya.

3. Konvergen antara Lempeng Samudra dengan Lempeng Samudra

Tumbukan antar kedua lempeng ini akan membentuk zona subduksi (subduction zone), yakni zona di mana lempeng samudra yang lebih ringan akan masuk ke bawah lempeng lainnya.

Contoh:

  • Terbentuknya Palung Jawa.

  • Terbentuknya gunung berapi dasar laut.

Baca juga: 3 Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian dan contoh pergerakan konvergen. Semoga semakin menambah wawasan. (ARN)