Pengertian dan Fungsi Buret sebagai Alat Laboratorium

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dalam ruang laboratorium, ada banyak sekali alat yang memiliki fungsinya masing-masing dalam proses penelitian. Salah satunya adalah buret. Meski dilihat dari bentuknya, benda ini tampak familiar, tetapi nyatanya masih banyak orang yang belum tahu tentang fungsi buret.
Padahal, bisa dibilang bahwa alat laboratorium yang satu ini memiliki fungsi yang sangat krusial. Khususnya dalam pencampuran ataupun pemindahan berbagai bahan dan larutan kimia saat melakukan penelitian ataupun eksperimen.
Fungsi Buret sebagai Alat Laboratorium
Secara umum, buret merupakan alat laboratorium dari bahan kaca yang berbentuk silinder. Alat ini juga memiliki garis ukur dan sumbatan keran di bagian bawahnya. Adapun sumbatan keran tersebut berfungsi untuk menjaga tetesan jumlah reagen cair dalam eksperimen.
Oleh karena itulah, dibutuhkan presisi yang tepat agar jumlah tetesan juga bisa berada pada ukuran yang tepat. Apabila dilihat sekilas, buret memang mirip seperti alat tetes dengan penambahan sumbatan keran.
Akan tetapi, jangan remehkan fungsinya. Sebab, buret juga dapat digunakan sebagai alat untuk kimia analitik dalam mengeluarkan variabel atau jumlah terukur dari larutan kimia.
Mengutip dari Buku Modul Praktikum Kimia Dasar oleh Dodik Luthfianto dan Septi Aprilia (2022:5), fungsi buret sebagai alat laboratorium adalah untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang tentu saja membutuhkan presisi. Contohnya pada proses eksperimen titrasi.
Buret digunakan untuk meneteskan reagen cair karena memiliki pengukuran yang sangat akurat. Dibandingkan dengan gelas ukur ataupun pipet tetes, buret kelas A tentu saja mempunyai tingkat akurasi yang paling tinggi.
Jadi, tidak heran jika keberadaan buret sebagai alat laboratorium sangat penting. Khususnya dalam menghindari adanya kesalahan sistematik di dalam proses penelitian atau eksperimen. Adapun beberapa jenis buret adalah sebagai berikut.
Buret basa, yakni buret yang digunakan untuk larutan bersifat basa, seperti NaOH, KOH, dan lainnya.
Buret asam, yakni buret dengan cerat kaca yang digunakan untuk larutan bersifat asam, seperti HCl, HNO3, KCrO4, dan larutan netral.
Buret universal, yakni jenis buret yang bisa digunakan untuk semua jenis larutan, baik basa maupun asam, yang biasanya terbuat dari teflon.
Buret amberglas, yakni buret yang terbuat dari kaca berwarna coklat atau gelap dan biasa digunakan untuk larutan yang mudah teroksidasi cahaya matahari, seperti larutan kalium permanganat dan iodium.
Baca Juga: Mengenal Ragam Fungsi dari Kacamata Anti Radiasi
Itu dia penjelasan tentang pengertian dan fungsi buret yang wajib diketahui oleh para peneliti. (Anne)
