Pengertian dan Fungsi Transistor pada Rangkaian Elektronik

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian transistor adalah komponen semikonduktor klasik yang umum digunakan dalam rangkaian elektronik di berbagai tingkatan kompleksitas. Manfaat atau fungsi transistor adalah sebagai penguat arus. Adapun transistor tergolong dua jenis, yaitu transistor bipolar atau transistor BJT (Bipolar Junction Transistor) dan FET (Field Effect Transistor).
Salah satu alasan dari penggunaan komponen transistor pada sebuah rangkaian elektronik adalah fleksibilitas. Selain itu, transistor berukuran kecil, handal, relatif murah dari segi harga dan beroperasi di tegangan rendah.
Penjelasan Fungsi Transistor
Transistor merupakan komponen dasar dari sebagian besar rangkaian elektronik pada umumnya. Dikutip dari buku Desain Rangkaian Elektronik dengan Transistor yang ditulis oleh Gutama Indra Gandha (2022: iv), transistor dapat dikombinasikan dengan berbagai macam sirkuit elektronik, misalnya sirkuit analog, digital, antarmuka mikrokontroler, dan RF (Radio Frequency).
Pemberdayaan rangkaian berbasis transistor ternyata juga dapat menjadi solusi untuk rangkaian elektronik yang digunakan untuk kebutuhan bisnis. Berikut adalah penjelasan fungsi transistor lainnya:
Sebagai saklar pada sistem kontrol yang menggunakan arduino atau jenis mikrokontroler lainnya.
Sebagai driver atau pengendali motor DC untuk menghidupkan atau mematikan dan penentu arah putaran motor DC.
Pembangkit sinyal flip-flop pada pembangkit sinyal rangkaian yang disebabkan RC pada rangkaian.
Penguat arus pada rangkaian power supply regulator pada sumber power supply arduino atau mikrokontroler lain.
Sebagai gerbang logika ada pada sebuah IC (integrated circuit) yang dapat ditemukan pada komponen komputer, seperti RAM.
Cara kerja transistor bergantung pada apakah saklar dalam posisi tertutup atau terhubung. Arus listrik akan mengalir dari kutub baterai positif melewati beban (dalam hal ini lampu), kemudian menuju kaki kolektor dan berhenti di sana. Arus berhenti dikarenakan transistor masih belum mendapatkan pemicu sehingga posisinya tidak aktif dan menyebabkan lampu masih tetap mati.
Pada waktu yang bersamaan, arus pemicu yang ukurannya lebih kecil dibandingkan arus listrik utama mengalir dari sumber listrik menuju ke transistor kemudian ke saklar, melewati kaki basis transistor lanjut ke emitor, dan berlanjut menuju massa. Lampu mendapatkan masa listrik dari proses tersebut, sehingga beban pun akan menyala.
Baca juga: Mengenal Komputer Generasi Kedua, Perangkat yang Didukung Transistor
Fungsi transistor sangat beragam. Selain itu, transistor juga handal, relatif murah dari segi harga, dan beroperasi di tegangan rendah. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
