Pengertian dan Proses Penggunaan Nuklir yang Tepat

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
11 April 2024 14:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi proses penggunana nuklir yang tepat adalah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses penggunana nuklir yang tepat adalah. Sumber: pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Nuklir adalah salah satu sumber energi yang kini telah dikembangkan di banyak negara, termasuk Indonesia. Adapun proses penggunaan nuklir yang tepat adalah dengan pembelajaran inti atau reaksi fisi serta penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi.
ADVERTISEMENT
Dalam memanfaatkan sumber energi ini, tentu sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui cara penggunaannya yang tepat. Pasalnya, jika terdapat kesalahan sekecil apapun, dampaknya bagi kehidupan akan sangat berbahaya.

Proses Penggunaan Nuklir yang Tepat

Ilustrasi proses penggunana nuklir yang tepat adalah. Sumber: pexels.com
Secara umum, energi nuklir merupakan jenis energi yang berasal dari nukleus atau inti atom. Sementara atom adalah unit terkecil dari semua materi yang ada di alam semesta.
Pada dasarnya, energi nuklir menawarkan berbagai manfaat dengan nilai unik yang tidak bisa ditemukan pada sumber energi lain. Hal ini karena energi nuklir dapat digunakan pada berbagai sektor, seperti pertanian, medis, dan masih banyak lagi.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa proses penggunaan nuklir yang tepat adalah dengan pembelajaran inti atau reaksi fisi serta penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari buku Ini Lho Dahsyatnya Dampak Kecelakaan Nuklir (2024:24), reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi. Sedangkan reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tumbukan inti atom lainnya.
Jadi, perlu diketahui bahwa inti atom mempunyai partikel-partikel sub-atom yang disebut dengan proton dan neutron. Proses fisi nuklir ini dapat terjadi ketika inti atom pecah menjadi inti-inti yang lebih kecil. Umumnya, terjadi secara beruntun dengan pelepasan energi panas.
Pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), zat radiokatif, seperti uranium-235 atau plutonium-239 digunakan sebagai bahan bakar. Jadi, saat inti atom dari bahan bakar terpecah, maka mereka akan melepaskan energi panas yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
Kemudian energi panas yang dibebaskan ini akan digunakan untuk memanaskan air pada tekanan tinggi dan suhu tinggi hingga menjadi uap. Nantinya, uap akan memutar turbin yang terhubung ke generator yang mengubah energi mekanik dari putaran turbin menjadi energi listrik.
Jadi, sebenarnya prinsip kerjanya hampir sama dengan PLTU, yang memanfaatkan uap bertekanan tinggi untuk memutar turbin.
Dari penjelasan di atas, bisa diketahui bahwa proses penggunaan nuklir yang tepat adalah dengan pembelajaran inti atau reaksi fisi serta penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. (Anne)