Konten dari Pengguna

Pengertian dan Rumus Momentum, Implus dan Tumbukan dalam Ilmu Fisika

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian dan rumus momentum, implus dan tumbukan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian dan rumus momentum, implus dan tumbukan. Foto: Unsplash

Pengertian dan rumus momentum, implus dan tumbukan dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bagi para siswa. Biasanya, materi-materi tersebut sering dipelajari pada ilmu Fisika.

Pada kehidupan sehari-hari rumus dari momentum, implus dan tumbukan sering dimanfaatkan untuk menghitung suatu kejadian. Oleh sebab itu, siswa diharapkan untuk mengetahui dengan baik ketiga kejadian dalam ilmu Fisika tersebut.

Pengertian dan Rumus Momentum, Implus dan Tumbukan

Ilustrasi pengertian dan rumus momentum, implus dan tumbukan. Foto: Unsplash

Dalam materi Fisika ada berbagai rumus yang bisa dipelajari. Mengutip dari Rumus Anti Lupa Fisika SMA Kelas X, XI, XII karya Tentor Tinta Merah (297-300), informasi seputar pengertian dan rumus momentum, implus dan tumbukan bisa diketahui sebagai berikut.

1. Momentum

Momentum adalah kecenderungan benda yang bergerak untuk melanjutkan gerakannya dengan kelajuan yang konstan. Dalam ilmu Fisika momentum termasuk besaran vektor yang searah dengan kecepatan benda.

Adapun rumus dari momentum dapat diketahui sebagai berikut:

p = m . v

Keterangan:

p = momentum (kg m/s)

m = massa benda (kg)

v = kecepatan benda (m/s)

2. Implus

Pada Fisika implus seringkali dikenal sebagai gaya yang diperlukan untuk membuat sebuah benda dari keadaan diam menjadi bergerak dengan interval waktu tertentu. Sama seperti momentum, implus juga termasuk besaran vektor.

Cara menghitung implus dapat dirumuskan sebagai berikut:

l = F . ∆t

Keterangan:

F = gaya (N)

∆t = selisih waktu (s)

I = implus (Ns)

3. Tumbukan

Tumbukan adalah peristiwa terjadinya sebuah tabrakan antara dua benda karena adanya gerakan. Pada proses tumbukan kedua benda sama-sama bergerak, namun bisa juga salah satu benda bergerak dan benda lainnya tetap diam.

Biasanya, dua benda yang saling bertumbukan memiliki koefisien restitusi yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

e = (v1' – v2')/ (v1 – v2)

Mengutip dari buku Target Nilai 10 UN SMA/MA IPA 2016 Sistem CBT karya The King Eduka dkk (2015-489), ada tiga jenis tumbukan, yaitu tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian dan tumbukan tak lenting sama sekali.

Adapun penjelasan dari jenis-jenis tumbukan ini dapat diketahui sebagai berikut.

  • Tumbukan Lenting Sempurna

Tumbukan lenting sempurna adalah proses terjadinya tumbukan antara dua benda, dimana setelah mengalami tumbukan tersebut kedua benda saling terlempar dan tidak menyatu. Biasanya, terjadinya tumbukan ini tidak menyebabkan perubahan jumlah energi kinetik kedua benda.

Peristiwa tumbukan tersebut dapat dihitung dengan cara yaitu:

  • Hukum kekekalan momentum.

  • Hukum kekekalan energi kinetik.

1/2 m1 . v1 + 1/2 m2 . v2 = 1/2 m1 . v1' + 1/2 m2 . v2'

  • Koefisiensi restitusi (e)= 1.

  • Tumbukan Lenting Sebagian

Tumbukan lenting sebagian adalah proses terjadinya tumbukan antara dua benda, dimana setelah mengalami tumbukan tersebut kedua benda saling terlempar dan tidak menyatu. Pada tumbukan ini momentum masing-masing benda sebelum dan sesudah tumbukan besarnya tetap, namun energi kinetiknya sebagian hilang setelah proses tumbukan.

Pada tumbukan tersebut berlaku beberapa rumus di antaranya:

  • Hukum kekekalan momentum.

  • Tidak berlaku hukum kekekalan energi kinetik.

  • Koefisiensi restitusi (e) = 0 < e >1

  • Tumbukan Tidak Lenting Sempurna

Tumbukan tidak lenting sempurna adalah proses terjadinya tumbukan antara dua benda, di mana Setelah mengalami tumbukan tersebut kedua benda saling menyatu dan bergerak bersama-sama.

Terjadinya proses tumbukan ini dapat dirumuskan yaitu:

v' = v1' = v2'

Dengan berlakunya rumus ini, maka:

  • Berlaku hukum kekekalan momentum

m1 . v1 + m2 . v2 = (m1 + m2) . v'

  • Tidak berlaku hukum kekekalan energi kinetik.

  • Koefisiensi restitusi (e) = 0

Baca juga: Energi Mekanik: Pengertian, Rumus dan Contoh Soalnya

Itulah ulasan mengenai pengertian dan rumus momentum, implus dan tumbukan. Semoga informasi yang telah disampaikan ini dapat menjadi dasar untuk mempelajari ilmu Fisika dalam kehidupan sehari-hari. (NTA)