Pengertian Drama Anak-anak dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Drama anak-anak adalah salah satu seni pentas yang ditujukan untuk kalangan anak. Pertunjukan drama ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas dan minat bakat anak.
Drama biasanya menggambarkan konflik dalam kehidupan manusia sehari-hari. Selain itu, komponen yang terdapat pada drama juga cukup kompleks meliputi elemen tokoh, penokohan, gesture, musik, dan naskah.
Pengertian Drama Anak-anak beserta Contohnya
Pengertian drama anak-anak adalah dialog (percakapan) antara dua tokoh atau lebih yang diproyeksikan pada pentas anak. Tujuan dari pembelajaran drama tersebut yaitu guna memperkenalkan dan mengapresiasi drama sebagai salah satu bagian seni yang menyenangkan bagi anak.
Struktur drama anak-anak hampir serupa dengan drama dewasa. Beberapa bagian teks drama antara lain prolog, dialog, dan epilog.
Untuk lebih memahami bentuk teks tersebut, inilah contoh drama anak-anak yang dapat diketahui mengutip buku Konsep Dasar Kesusastraan: Paling Mutakhir, Rian Damariswara, M.Pd, (2018: 154-156).
Laskar
Sinopsis
Dikisahkan ada 2 siswi yang super bawel, mereka adalah siswa yang tergolong dari keluarga kaya. Keduanya tidak menyukai salah seorang guru, namanya Pak Bakri. Padahal, Pak Bakri adalah orang yang disiplin dan juga selalu mengajar siswanya dengan semangat.
Selain itu, ada siswa namanya Masao, dia siswa yang tampan dan baik hati. Kemudian ada Sisuka, siswa yang pandai, serta Petrik si anak yang selalu ceria walaupun kelihatan sedikit bloon.
Babak Satu
Di sebuah sekolah, terdapat sekumpulan anak dengan berbagai karakter. Ada yang sombong, bloon, rajin, dan ada yang suka ngompol, sungguh unik sekolah ini. Namun di sekolah tersebut juga keluar lulusan hebat yang membanggakan. Seperti apa kisah selengkapnya kita saksikan di TKP.
Dora: “ Namaku dora tepatnya Desy Rinjani kadang dipanggil Doraemon. Aku orangnya gaul banget gitu. Jadi di sekolahan aku udah jadi kayak artis, makanya nggak perlu menyapa atau 5S.” (monolog)
Nami: “ Kalau aku Nami, lengkapnya Nurjanah, dikasih mi karena anak mami. Aku juga gaul, kalau ratu sekolah itu Dora aku wakilnya ratu.” (monolog)
Dora: “ Nami hari ini aku capek banget, tau nggak kenapa?”
Nami: “ Tau Dora, pasti Dora habis disuruh nyanyi para fans ya, wah kalau capek minum ini minuman berenergi.”
Dora: “ Aduh nami, aku tadi capek karena disuruh ngerjain soal sama pak guru. Tidak tanggung-tanggung soalnya jumlahnya 5, mudah-mudah sih tpi aduh tangan aku lecet semua nih.”
Nami: “ Oh lecet, tenang buat Dora tidak boleh coba-coba. Pakai ini minyak kayu putih cap anget.”
Dora : “ Capek deh ngomong sama kamu jualan mulu.”
Sisuka: “ Hai Dora, hai Nami, bolehkah saya tanya sesuatu?”
Dora: “ Boleh saja tapi jangan lama-lama ya aku tidak punya waktu soalnya.”
Nami: “ Iya boleh, aku memberimu satu pertanyaan.”
Sisuka : “ Kenapa sih kamu kayak tidak suka banget sama Pak Bakri?”
Dora : “ Tidak tau lah, pikir saja sendiri.”
Nami : “ Mungkin kamu harus ketik rek spasi tanya kirim ke 988 biar dapat solusi. “
Dora: “ Sudah Nami kita pergi saja, lagian guru sok disiplin itu menyebalkan sekali.”
Sisuka: “ Oh jadi gitu ya, dasar anak nakal.”
Babak Dua
Sekolah memang tidak mudah, Petrik terus mencari jawaban atas pertanyaannya. Dia sadar akan kelemahannya, karena itu dia takut tidak bisa lulus. Di tengah kebingungannya, Petrik bertemu dengan temanya yang pandai, seperti apa dia mendapatkan jawaban.
Masao: “ Dari mana Petrik, tumben sendiri?”
Petrik: “ Tadi dari kantin, trus ke WC, terus ketemu kamu deh. Eh dari mana kok senang banget?”
Masao: “ Aku baru baca-baca di perpus.”
Petrik: “ Kamu kok pintar banget sih, aku jadi iri dengan kamu. Apakah aku bisa lulus ya?”
Masao: “ Kenapa iri? kamu juga bisa sepertiku asal belajar dengan rajin iyakan?”
Petrik: “ Apa iya ya?”
Masao: “ Kamu ingat tidak kata Pak Darma, kita bisa menjadi juara bila kita punya kemauan, terus makan-makanan bermutu dan berlatih keras.”
Petrik: “ Ayo kita praktikan..."
Jadi, drama anak-anak adalah jenis drama yang tampilkan oleh anak. Kegiatan tersebut merupakan media yang menarik untuk meningkatkan kemampuan seni dan aspek kepribadian bagi anak, baik secara emosional maupun sosial. (Riyana)
Baca Juga: Pengertian Drama Puisi Beserta Kaidah Kebahasaan Teks Drama
