Konten dari Pengguna

Pengertian Fagosit dan Jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian fagosit dan jenisnya. Sumber: unsplash.com/NationalCancerInstitute.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian fagosit dan jenisnya. Sumber: unsplash.com/NationalCancerInstitute.

Pengertian fagosit dan jenisnya perlu diketahui untuk memahami sebagian dari sistem kekebalan tubuh. Tubuh memiliki berbagai cara untuk melawan bakteri atau virus, yang sebagian terbayangkan sebelumnya.

Sel darah putih dikenal sebagai sel yang melawan bakteri dan virus. Sedangkan fagosit kurang dikenal meski caranya membasmi sumber penyakit tidak kenal ampun. Pembahasan tentang fagosit akan merupakan tambahan informasi yang bermanfaat.

Pengertian Fagosit dan Jenisnya

Ilustrasi pengertian fagosit dan jenisnya. Sumber: unsplash.com/LucasVasques.

Pengertian fagosit dan jenisnya dipelajari dalam ilmu biologi yang terkait dengan sistem imun tubuh. Fagosit adalah sel darah putih atau leukosit yang mampu membasmi benda asing dengan cara menelan dan menghancurkan sel-sel yang sekarat dan kuman-kumannya.

Fagosit menelan mikroba dan benda asing ke dalam vakuola. Fagosit mengeluarkan enzim untuk menghancurkan material yang ditelannya tersebut. Fagosit dihasilkan oleh sumsum tulang.

Berikut adalah jenis-jenis fagosit, yang dikutip dari Imunopatologi Veteriner, Dyah Ayu Oktavianie dan Kawan-kawan (2021:10):

  1. Neutrophil

    Neutrophil atau neutrofil merupakan first responder terhadap sebagian besar infeksi, terutama yang disebabkan bakteri dan jamur. Neutrofil merupakan leukosit yang paling berlimpang darah sehingga disebut leukosit polimorfonuklear.

  2. Monosit

    Monosit hanya sekitar 5% dari sel darah putih tapi sangat efektif karena juga menelan mikroba di dalam darah dan jaringan. Monosit bersirkulasi di dalam darah selama beberapa jam, lalu bergerak menuju jaringan dan berubah menjadi makrofag.

  3. Sel Dendritik

    Cara sel dendritik merespon mikroba adalah dengan memproduksi sitokin untuk memulai peradangan dan merangsang respon imun adaptif.

  4. Sel Mast

    Produk sel mast memberikan pertahanan terhadap cacing dan patogen lainnya dan bertanggung jawab atas gejala penyakit alergi.

  5. Sel Lymphoid Bawaan atau Innate Lymphoid Cells (ILCs)

    ILC merupakan sel mirip limfosit yang menghasilkan sitokin dan melakukan fungsi yang mirip dengan limfosit, yaitu memberikan perlawanan awal terhadap infeksi dan memandu respon sel T berikutnya.

  6. Sistem Komplementer dan Plasma Protein Bawaan

    Sistem komplemen adalah kumpulan protein yang bersikulasi dan terkait membran yang penting dalam pertahanan melawan mikroba.

  7. Sitokin Imunitas Bawaan

    Sitokin adalah protein larut yang memediasi reaksi imun dan inflamasi, serta bertanggung jawab terhadap komunikasi antar leukosit dan antara leukosit dengan sel lain.

Baca juga: Mengenal Penyakit Organ Reproduksi dengan Penurunan Sistem Kekebalan Tubuh

Itulah pengertian fagosit dan jenisnya, yang merupakan bagian dari sel darah putih. Fagosit terbukti berperan sangat aktif terhadap sistem imun tubuh sehingga penting untuk diketahui. (lus)