Konten dari Pengguna

Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Penulisan Daftar Pustaka. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Penulisan Daftar Pustaka. Sumber: Pixabay

Memahami pengertian, fungsi, dan contoh penulisan daftar pustaka sangat diperlukan ketika membuat karya tulis. Pasalnya daftar pustaka harus ada di setiap karya tulis untuk memuat sumber yang digunakan dalam pembuatan penulisan.

Sumber yang dapat digunakan untuk membuat karya tulis sendiri dapat diambil dari berbagai sumber terpercaya, mulai dari buku, jurnal, hingga publikasi.

Seluruh sumber ini dicantumkan di bab atau bagian akhir karya tulis, dan biasanya diberi judul sebagi “BAB Daftar Pustaka”.

Mengenal Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Ilustrasi Contoh Penulisan Daftar Pustaka. Sumber: Pixabay

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dari laman kbbi.web.id, daftar pustaka diartikan sebagai daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad.

Dikutip dari Buku Ajar Bahasa Indonesia Edisi Revisi oleh Sujinah (2018:81), terdapat 6 fungsi dibuatnya daftar pustaka, di antaranya:

  1. Menunjukkan apresiasi penulis terhadap karya para pakar atau peneliti terdahulu yang dijadikan masukan dalam pengembangan dan penulisan karya tulis.

  2. Memberikan kesempatan kepada pembaca, jika dibutuhkan, untuk menemukan referensi yang digunakan.

  3. Menunjukkan bahwa tulisan dan informasi dalam karya tulis bukanlah hasil pemikiran penulis sendiri, melainkan hasil pemikiran orang lain juga.

  4. Membantu pembaca memilih referensi yang sesuai dengan bidang studinya.

  5. Sebagai bentuk keterbukaan dan kejujuran penulis mengenai sumber-sumber yang dipergunakannya.

  6. Membantu pembaca mengetahui ruang lingkup penulis.

Baca Juga: Cara Menyusun Daftar Pustaka dengan Benar dan Mudah

Berdasarkan fungsi di atas, daftar pustaka hendaknya ditulis dengan akurat, benar, dan lengkap. Karena itu, penulis perlu mengetahui teknik penulisan daftar pustaka secara umum beserta contohnya.

Agar tidak bingung, Sujinah (2018:82) dalam bukunya memaparkan teknik penulisan daftar pustaka secara umum beserta contohnya berikut ini:

  1. Disajikan dengan urutan sumber secara alfabetis dan kronologis.

  2. Tanpa nomor urut

  3. Jika penulisannya tidak termuat dalam satu baris, maka baris kedua harus menjorok ke dalam sekitar sepuluh ketikan dari margin kiri

  4. Ditulis dalam spasi tunggal

  5. Antara satu pustaka dengan lainnya ditulis dengan jarak yang lebih lebar.

Contoh:

  • Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

  • Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

  • Eggen, Paul. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta: Indeks.

Sekian penjelasan mengenai pengertian, fungsi dan contoh penulisan daftar pustaka. Semoga artikel ini dapat membantu proses pembuatan daftar pustaka saat penyusunan karya tulis. (YAS)