Pengertian GPA dalam Kuliah dan Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bidang pendidikan, GPA adalah instrumen yang paling mudah untuk mengetahui kualitas akademis para mahasiswa. Singkatan ini lebih banyak dikenal dengan istilah IPK (indeks prestasi kumulatif).
GPA (grade point average) dapat menjadi ukuran standar hardskill mahasiswa. Umumnya rentang nilai yang ditetapkan dalam GPA yaitu mulai dari skala 0 untuk nilai minimum dan 4.0 untuk nilai maksimum.
Pengertian GPA dalam Kuliah beserta Penjelasannya
Menurut Buku Pintar Beasiswa, Erny Murniasih, (2009: 86), GPA adalah perolehan nilai kumulatif dari serangkaian mata kuliah yang dipelajari. Metode penilaian ini didasarkan pada rata-rata nilai yang diperoleh selama periode tertentu, baik dalam jangka semester maupun tahun akademik.
Sistem GPA biasanya diterapkan di tingkat universitas. Dengan begitu, apabila mahasiswa memperoleh nilai GPA melampaui batas kriteria yang ditetapkan, maka dapat dipastikan lulus oleh pihak perguruan tinggi terkait.
Begitupun sebaliknya, GPA yang didapatkan tidak akan maksimal jika terdapat nilai mata kuliah yang jauh di bawah standar. Oleh karenanya, mahasiswa dapat dianjurkan maupun diharuskan untuk mengulang mata kuliah yang tidak tuntas.
Adapun untuk mencapai indeks prestasi yang memuaskan dibutuhkan semangat belajar yang tinggi dan strategi belajar yang tepat. Dalam hal ini, berikut merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan GPA yang perlu diketahui lebih lanjut.
1. Jadwal Belajar Konsisten
Jadwal belajar yang konsisten dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memahami materi di setiap mata kuliah. Hal ini juga mampu melatih keterampilan manajemen waktu dengan lebih baik. Dengan begitu, prestasi akademik dapat dicapai dengan mudah.
2. Konsentrasi dalam Kelas
Mahasiswa harus berkonsentrasi penuh saat mendapatkan pembelajaran dari dosen. Selain itu, mahasiswa mencatat materi yang disampaikan dan aktif mengikuti diskusi. Hal ini tentunya dapat membantu dalam meningkatkan indeks GPA.
3. Hindari Metode Belajar SKS
Sistem belajar SKS (kebut semalam) merupakan metode yang perlu dihindari. Hal ini bertujuan agar nilai yang didapatkan dapat optimal.
Dengan demikian, GPA adalah nilai prestasi akademik yang didapatkan oleh mahasiswa. Indeks ini dapat memberikan gambaran terhadap pencapaian pembelajaran dan kompetensi setelah menempuh studi. (Riyana)
Baca Juga: Apa Itu GPA Kuliah? Ini Penjelasan dan Cara Menghitungnya
