Konten dari Pengguna

Pengertian Homozigot dan Perbedaannya dengan Heterozigot

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi homozigot. Sumber: Pixabay / Vika_Glitter
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi homozigot. Sumber: Pixabay / Vika_Glitter

Dalam pewarisan sifat, terdapat istilah genotipe dan fenotipe. Genotipe sendiri dapat berupa homozigot ataupun heterozigot. Salah satu contoh homozigot adalah ketika ayah dan ibu sama-sama menurunkan alel rambut keriting.

Dalam genetika Mendel (genetika klasik), genotipe dilambangkan dengan huruf yang berpasangan. Jika alel bersifat dominan, maka penulisannya adalah dengan huruf kapital. Namun, bila alel bersifat resesif, maka dituliskan dengan huruf kecil.

Homozigot ditandai dengan adanya pasangan huruf yang sama, sedangkan heterozigot ditandai dengan pasangan huruf yang berbeda.

Pengertian Homozigot dan Perbedaannya dengan Heterozigot

Ilustrasi pengertian homozigot. Sumber: Pixabay / LionFive

Pengertian homozigot adalah kromosom yang memiliki pasangan alel yang sama. Sementara itu, heterozigot adalah kromosom yang memiliki pasangan alel yang berbeda.

Adapun pengertian alel seperti dikutip dari buku Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XII, Deden Abdurahman, (2008: 7), merupakan bentuk alternatif dari gen dalam kaitannya dengan ekspresi suatu sifat (fenotipe).

Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh di bawah ini.

  1. Seorang ayah mewariskan gen rambut keriting yang bersifat dominan, demikian juga dengan sang ibu. Maka pasangan alelnya adalah (KK).

    Karena pasangan alelnya sama, yaitu (KK), maka disebut homozigot. Ditulis dengan huruf kapital karena merupakan sifat dominan.

  2. Seorang ayah membawa gen tubuh tinggi (TT) sementara ibu membawa gen tubuh pendek (tt), maka sang anak kemungkinan mendapat sifat (Tt), yang merupakan genotipe heterozigot.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara homozigot dan heterozigot adalah pada pasangan alelnya. Jika pasangan alelnya sama atau identik maka disebut homozigot, dan jika pasangan alelnya berbeda maka disebut heterozigot.

Berkaitan dengan alel, ada alel yang bersifat dominan, sementara yang lain bersifat resesif. Alel dominan diekspresikan lebih kuat, sehingga menutupi alel resesif.

Pada heterozigot, alel dominan mengalahkan alel resesif, sehingga sifat dominan akan terekspresikan, sementara sifat resesif tidak akan terlihat.

Namun, pada homozigot, hal ini tidak terjadi. Homozigot dapat membawa dua kemungkinan, apakah dua alel dominan (dominan homozigot, yang dituliskan dengan huruf kapital) atau dua alel resesif (homozigot resesif, yang dituliskan dengan huruf kecil).

Baca juga: 2 Contoh Mutagen Biologi dan Jenisnya

Demikianlah penjelasan mengenai homozigot yang dipelajari dalam ilmu Biologi. Dapat disimpulkan bahwa homozigot adalah genotipe yang bersifat identik, yang diwarisi dari kedua orang tua, dan dapat bersifat dominan ataupun resesif. (ARN)