Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.88.1
Konten dari Pengguna
Pengertian I'tikaf, Hukum, dan Tata Cara Melakukannya
7 Juli 2023 15:57 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ramadan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam . Ada beberapa ibadah yang bisa dilakukan pada saat Ramadan. Salah satunya adalah itikaf. I'tikaf adalah berdiam diri di masjid. Lantas, bagaimana hukum pelaksanaan itikaf?
ADVERTISEMENT
Hal yang juga penting untuk diketahui adalah tata cara melakukan ibadah ini. Jika mengetahui cara pelaksanaan itikaf, maka akan semakin banyak orang yang menjalankan ibadah ini.
Pengertian I'tikaf dan Hukumnya
Dikutip dari Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq, Al-Faifi (2009:253), secara bahasa, i’tikaf adalah menetap kepada sesuatu dan menahan diri kepadanya, baik dalam hal kebaikan atau keburukan. Sedangkan, secara syariat, itikaf berarti menetap di masjid dan tinggal di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.
Adapun hukum ’tikaf sebagaimana dijelaskan dalam Fikih Empat Mazhab Jilid 2, Abdurrahman (2015:405) adalah wajib dan sunnah. Hukum itikaf menjadi wajib jika dinazarkan oleh seseorang. Adapun itikaf yang tidak dinazarkan hukumnya adalah sunnah.
Berikut adalah hukum itikaf menurut beberapa madzhab.
ADVERTISEMENT
Tata Cara Melakukan I’tikaf
I’tikaf adalah salah satu amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW secara rutin, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Hal ini sesuai dengan hadis berikut.
ADVERTISEMENT
Untuk melakukan itikaf, ada tata cara yang harus diikuti sebagai berikut.
Jadi, i’tikaf adalah menetap di masjid dan tinggal di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Penjelasan tentang itikaf tersebut harus dipahami oleh umat Islam agar bisa ikut melaksanakan itikaf dengan benar. (KRIS)
ADVERTISEMENT