Konten dari Pengguna

Pengertian Jamur Bersifat Heterotrof dan Ciri Lainnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jamur bersifat heterotorof artinya. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/mali maeder
zoom-in-whitePerbesar
Jamur bersifat heterotorof artinya. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/mali maeder

Jamur atau disebut dengan fungi adalah makhluk hidup yang memiliki ciri heterotrof. Jamur bersifat heterotrof artinya tidak memiliki kemampuan dalam menghasilkan makanan. Sehingga, jamur membutuhkan organisme lain untuk diambil zat organiknya.

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Jamur oleh Dr. Ir. Achmad, dkk (2011:43) selain heterotrof, hampir semua jamur memiliki cara hidup saprofitik. Oleh karena itu jamur dapat menghasilkan enzim untuk menguraikan bahan organik inang yang telah mati dan menyerap mineral hasil pernguraian.

Jamur Bersifat Heterotrof dan Ciri Lainnya

Jamur bersifat heterotrof artinya. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Fernando Latorre

Ciri-ciri jamur yang beragam penting untuk diketahui saat mempelajari kingdom fungi. Salah satunya adalah heterotrof. Sifat heterotrof membuat jamur tergantung terhadap organisme lain dalam mendapatkan makanan.

Berbeda dengan autotrof yang memproduksi makanan sendiri, heterotrof mendapatkan energi dan bahan organik dari organisme lain. Sehingga, jamur dapat bertumbuh dan bereproduksi seperti makhluk hidup lainnya.

Tak hanya bersifat heterotrof, jamur juga memiliki ciri-ciri lain yang membedakannya dengan jenis lain. Berikut penjelasannya:

  1. Jamur termasuk dalam organisme eukariotik. Artinya jamur memiliki sel dengan nukleus dan organel bermembran lainnya. Selain itu, hampir semua jamur bersel banyak.

  2. Morfologi jamur terbagi menjadi beberapa kelompok. Seperti khamir/yeast (bersel satu), kapang/molds (berbentuk benang), dan cendawan/mushroom (berbentuk seperti payung).

  3. Sel jamur memiliki sifat yang tidak mengandung pigmen fotosintetik. Hal ini juga memengaruhi jamur bersifat heterotrof. Sehingga jamur mencerna makanan dengan mensekresikan enzim hidrolitik. Fungsinya adalah mengurai molekul organik hingga terserap.

  4. Jamur pada dasarnya tidak memiliki akar, batang, dan daun. Sehinga jamur disebut juga dengan talus.

  5. Habitat jamur adalah tempat dengan organik yang melimpah, kelembapan tinggi, cukup asam, dan kurang cahaya.

  6. Jamur memiliki karakteristik tubuh yang terdiri dari benang-benang atau hifa.

  7. Hifa yang bercabang tersebut, akan membentuk miselium.

  8. Namun, jamur dengan hifa yang tak bersekat akan membuat inti sel menyebar ke protoplasma.

  9. Dinding sel pada jamur tersusun dari zat kitin.

  10. Jenis reproduksi jamur diketahui secara aseksual. Sehingga, terdiri dari pembelahan sel, menumbuhkan tunas, dan fragmentasi. Selain itu, beberapa jenis juga bereproduksi dengan seksual yang melalui pembentukan sporan seksual.

Baca Juga: 3 Contoh Tumbuhan Heterotrof beserta Ciri-cirinya

Dapat ditarik kesimpulan, jika pengertian jamur bersifat heterotrof artinya mendapatkan makanan atau bahan organik dari organisme lain. Semoga bermanfaat! (NUM)