Pengertian Keelektronegatifan beserta Sifat-sifatnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada umumnya, sistem periodik unsur memiliki berbagai sifat, salah satunya keelektronegatifan. Istilah keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron ke dalam ikatannya ketika atom-atom tersebut membentuk ikatan.
Keelektronegatifan suatu atom biasanya dipengaruhi oleh ukuran atom dan jumlah protonnya. Oleh sebab itu, informasi mengenai faktor yang memengaruhinya menjadi hal penting untuk dipahami.
Pengertian Keelektronegatifan dalam Ilmu Kimia
Dikutip dari buku Buku Pintar Pelajaran: Ringkasan Materi Dan Kunpulan Rumus Lengkap, Drs. Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia (hal 122), keelektronegatifan adalah kemampuan relatif suatu atom untuk menarik elektron dalam pembentukan molekul.
Harga keelektronegatifan bersifat relatif (berupa harga perbandingan suatu atom terhadap atom yang lain). Adapun harga keelektronegatifan penting untuk menentukan bilangan oksidasi (biloks) unsur dalam suatu senyawa.
Unsur-unsur yang memiliki harga keelektronegatifan besar cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif (anion). Unsur-unsur yang memiliki harga keelektronegatifan kecil cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif (kation).
Dalam sistem periodik unsur, harga keelektronegatifan dari kiri ke kanan atau dalam satu periode semakin bertambah. Ini disebabkan karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kuat. Hal ini dapat mengakibatkan kecenderungan menangkap elektron semakin besar.
Sedangkan dalam satu golongan atau dari atas ke bawah, harga keelektronegatifan semakin bertambah. Hal ini dikarenakan jari-jari atom semakin besar, sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah. Akibatnya, kecenderungan menangkap elektron semakin kecil.
Keelektronegatifan terbesar pada setiap periode dimiliki oleh golongan VII A (unsur-unsur halogen). Harga kelektronegatifan terbesar terdapat pada fluor (F), yakni 4,0 dan harga terkecil terdapat pada fransium (Fr), yakni 0,7.
Sifat-Sifat Keelektronegatifan
Sama seperti sifat-sifat yang dimiliki oleh sistem periodik yang lainnya, keelektronegatifan juga memiliki sifat khusus di antaranya.
Keelektronegatifan dapat diukur dengan menggunakan skala Pauling.
Keelektronegatifan unsur-unsur dalam table periodik akan mengalami peningkatan dari kiri ke kanan. Nantinya, juga akan mengalami penurunan dari atas ke bawah.
Perbedaan nilai keelektronegatifan antara atom-atom dalam ikatan bisa digunakan untuk mengklasifikasikan jenis ikatan yang terbentuk.
Keelektronegatifan adalah besaran tendensi (kecenderungan) suatu atom untuk menarik elektron. Adanya keelektronegatifan dapat menentukan bagaimana elektron bersama didistribusikan antara dua atom dalam suatu ikatan. (NTA)
Baca juga: Pengertian Ikatan Hidrogen, Jenis, dan Contohnya
