Pengertian Konfigurasi Elektron dan Aturannya yang Perlu Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran kimia dasar, akan ada materi tentang konfigurasi elektron. Pengertian konfigurasi elektron dan aturannya perlu diketahui karena berkaitan dengan susunan elektron yang ada pada sebuah atom dan molekul.
Setiap atom memiliki struktur yang terdiri dari kulit-kulit yang dikelilingi oleh elektron positif maupun negatif. Penentuan letak elektron bermuatan + dan - itulah yang kemudian dikenal sebagai konfigurasi elektron.
Pengertian Konfigurasi Elektron dan Aturannya
Pengertian konfigurasi elektron dan aturannya dapat dilihat pada ulasan berikut ini. Menurut buku Praktis Belajar Kimia, Imam Rahayu (hal. 18-19), pengertian konfigurasi elektron adalah susunan elektron dalam setiap lintasan atom.
Jumlah elektron yang berada pada setiap lintasan atom berbeda-beda. Penentuan nomor golongan, nomor periode, dan elektron valensi suatu atom dapat diketahui melalui konfigurasi elektron.
Aturan konfigurasi elektron dibagi menjadi dua metode, yaitu per kulit dan per subkulit.
1. Per Kulit
Adapun aturan konfigurasi elektron dengan cara per kulit (cara K L M N). Cara per kulit hanya berlaku untuk atom-atom unsur golongan utama (golongan A dalam tabel periodik).
Jumlah maksimal elektron yang bisa menempati setiap kulit memiliki rumus:
2n²
Keterangan:
n= kulit yang ditempati elektron.
Jumlah elektron maksimal yang bisa menempati setiap kulit menjadi:
Kulit pertama (kulit K) = 2.1²= 2 elektron
Kulit kedua (kulit L) = 2. 2²= 8 elektron
Kulit ketiga (kulit M) = 2. 3²= 18 elektron
Kulit keempat (kulit N) = 2. 4²= 32 elektron
Penempatan elektron dimulai dari kulit pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Kulit pertama adalah yang paling dekat dengan inti atom, disusul dengan lintasan atom berikutnya disebut kulit kedua dan seterusnya.
Baca juga: Mengenal Pengertian Ikatan Kovalen dan Jenisnya dalam Ilmu Kimia
2. Per Subkulit
Konfiguradi elektron per subkulit memakai lrinsip Aufbau yaitu elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah baru kemudian mengisi subkulit yang energinya lebih tinggi. Rumusnya, yaitu:
1s²
Keterangan:
Simbol kuadrat (²) mewakili jumlah elektron.
Sedangkan s mewakili lintasan atom, 1s berarti lintasan atau kulit pertama, 2s berarti lintasan kedua dan seterusnya.
Aturan konfigurasi elektron per subkulit harus melihat prinsip Afbau yang urutannya adalah sebagai berikut.
1s
2s, 2p
3s, 3p, 3d
4s, 4p, 4d, 4f
5s, 5p, 5d, 5f
6s, 6p, 6d
7s, 7p
Contohnya pada elektron 11Na. Nomor atom 11, maka elektronnya 11 dan tidak bermuatan. Perhitungannya menjadi:
11Na : 1s²
sisa elektron : 11 – 2 = 9
11Na : 1s² 2s²
sisa elektron : 11 – 4 = 7
11Na : 1s² 2s² 2p⁶
sisa elektron : 11 – 10 = 1
11Na : 1s² 2s² 2p³ 3s¹
sisa elektron : 11 – 11 = 0
Maka, konfigurasi elektron (subkulit) dari 11Na = 1s² 2s² 2p³ 3s¹
Jumlah elektron harus habis yang diwakili dengan jumlah bilangan yang ada pada pangkat. Prinsip menghitungnya mengacu pada prinsip Aufbau yang sudah dicantumkan di atas.
Pengertian konfigurasi elektron dan aturannya serta contoh yang sudah dijelaskan di atas akan membantu memahami mengenai aturan dalam konfigurasi elektron. (IMA)
