Pengertian Kritik Teater beserta Fungsi dan Jenis-jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian kritik teater sudah sering disinggung pada materi pembelajaran seni budaya. Di era sekarang ini, kegiatan menganalisis dan menilai karya teater sangat penting untuk meningkatkan sebuah karya seni.
Pada dasarnya, seni teater sendiri mempunyai esensi yang mendalam bagi manusia. Pasalnya, ragam seni ini mampu mengembangkan ekspresi diri dengan memadukan unsur bahasa, bunyi, rupa, gerak, dan peran.
Pengertian Kritik Teater
Pengertian kritik teater menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kecaman atau tangkapan, atau kupasan kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.
Istilah kritik sendiri menjadi salah satu cara atau metode untuk menafsir, meninjau, menelaah, menilai, mengevaluasi, mengkaji, membahas, menimbang, membandingkan, mengamati, menyeleksi, dan mengulas.
Kritik terhadap seni teater dalam era sekarang sangatlah penting untuk kemajuan perkembangan seni teater agar kualitas dan kuantitas dari seni tersebut bisa bagus dan sesuai dengan norma maupun budaya masyarakat.
Adanya kritik teater, kualitas dari seni teater akan terjaga dengan baik karena terdapat korelasi antara kritik dan apresiasi.
Dengan adanya kritik teater, penonton dapat menambah pemahaman bagi pencipta, pelaku, dan bagi masyarakat teater itu sendiri. Pasalnya, kritik tersebut mampu menghubungkan karya teater dan pelaku seni dengan penikmat seni teater sehingga terbangun suatu pemahaman atas nilai-nilai keindahan.
Fungsi Kritik Teater
Pada dasarnya, kritik teater menjadi jembatan komunikasi antara seniman yang selalu dituntut kreativitasnya dan pengamat yang sering mengalami hambatan dalam mengapresiasi karya seniman. Mengutip dari buku Siswa Seni Budaya SMA/MA Kelas 10, Gramedia Widiasarana Indonesia (2021:301), fungsi kritik teater dapat diketahui sebagai berikut.
Sarana untuk mengembangkan mutu dan kualitas karya teater.
Sebagai jembatan komunikasi antara penulis naskah atau sutradara, aktor, dan penonton.
Pengenalan karya teater dan memperluas wawasan masyarakat.
Sarana untuk evaluasi diri bagi penulis naskah atau sutradara dan aktor teater agar hasil karyanya lebih inovatif dan kreatif.
Jenis-jenis Kritik Teater
Karya teater yang dipertontonkan tidak selalu dengan mudah dipahami, apalagi jika karya tersebut asing dan apresiator kurang memiliki referensi atas karya tersebut. Dengan demikian, kritik teater diperlukan oleh seniman dan penikmat seni teater.
Berdasarkan prosedur atau landasan kerja jenis-jenis kritik seni dapat diketahui sebagai berikut.
1. Kritik Jurnalistik
Kritik jurnalistik adalah tipe kritik untuk para pembaca yang isinya mengandung aspek pemberitaan. Tujuannya memberikan informasi tentang berbagai peristiwa teater baik pertunjukan maupun rekaman.
Biasanya, jenis kritik ini ditulis dengan ringkas dan jelas tentang konser, pameran, pementasan, atau jenis pertunjukan senilai di tengah masyarakat.
2. Kritik Akademis
Jenis kritik ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki akademisi di perguruan tinggi. Sifat dari kritik ini ilmiah. Pasalnya, kritik yang dihasilkan berupa skripsi, tesis, dan lain sebagainya.
Baca juga: 3 Jenis Simbol dalam Teater dan Penjelasannya
Demikianlah pembahasan mengenai pengertian kritik teater beserta fungsi dan jenis-jenisnya. Kritik ini berguna untuk mengapresiasi sebuah karya agar semakin baik kedepannya. (NTA)
