Konten dari Pengguna

Pengertian Lava Pijar beserta Perbedaan dengan Lahar

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian lava pijar beserta perbedaan dengan lahar. Sumber foto: Unplash/Tetiana Grypachevska
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian lava pijar beserta perbedaan dengan lahar. Sumber foto: Unplash/Tetiana Grypachevska

Gunung berapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Biasanya gunung berapi mengeluarkan lava pijar. Lava pijar adalah lava yang mengalir dari gunung berapi dan memijarkan api.

Lelehan lava pijar tersebut sangat berbahaya bagi penduduk sekitar. Semburan lava pijar yang berlangsung dalam interval waktu yang berdekatan (2 sampai 10 detik sekali). Semburan tersebut bisa mencapai ketinggian 500 meter.

Apa Itu Lava Pijar?

Ilustrasi pengertian lava pijar. Sumber foto: Unplash/Piermanuele Sberni

Secara umum, gunung berapi meletus karena terjadinya tekanan magma yang ada di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Pada saat meletus gunung berapi mengeluarkan berbagai material salah satunya ialah lava.

Mengutip dari buku Gunung Berapi oleh Dea Lugina (2023:53), lava adalah magma yang dimuntahkan oleh erupsi gunung berapi. Lava termasuk material utama dari gunung vulkanik. Panas dari lava berkisar antara 800°C sampai 1500°C.

Kecepatan aliran lava ditentukan oleh kekentalan lava, serta tingkat kecuraman bidang dari gunung tersebut. Semua benda yang di lalui akan hangus terbakar.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa lava pijar adalah aliran lelehan batuan vulkanik pijar yang memijarkan api. Biasanya zat ini keluar dari gunung berapi saat gunung tersebut mengalami erupsi.

Perbedaan Lava Pijar dan Lahar

Ilustrasi perbedaan lava pijar dan lahar. Sumber foto: Unplash/Tony Elliott

Awal mula terbentuknya lava dimulai saat magma di dalam gunung berapi mengalami erupsi. Hal tersebut mampu memengaruhi tekanan gas sehingga gas tersebut keluar dari magma hingga akhirnya komposisi lava berubah. Perubahan tersebut memicu keluarnya lava dalam perut bumi.

Umumnya, suhu pada lava pijar mencapai 800°C sampai 1.200°C. Jika lava tersebut mengenai kulit manusia akan membuat kulit menjadi meleleh. Adanya lelehan lava pijar dari gunung berapi dapat menjadi ancaman bagi lingkungan maupun makhluk hidup.

Pasalnya wilayah yang dilalui oleh lava pijar ini bisa mati dalam rentan waktu tertentu. Sedangkan lahar adalah lava yang telah bercampur dengan air baik air dari hujan atau air danau kawah yang mengalir dari puncak gunung menuju lereng gunung.

Suhu lahar bervariasi tergantung dari waktu dan lamanya berlangsung; bersamaan dengan erupsi atau pasca erupsi gunung api. Lahar yang terjadi bersamaan atau sesaat setelah erupsi dapat mencapai suhu 100°C. Sementara, lahar yang setelah 6 bulan hingga 2 tahun pasca erupsi dapat mencapai suhu 60°C.

Umumnya, lahar dibedakan menjadi dua macam, yaitu lahar dingin dan lahar panas. Sama seperti lava pijar, kedua jenis lahar tersebut sama-sama merusak apa saja yang dilaluinya.

Lahar panas seperti api dapat membakar benda, sedangkan lahar dingin mampu membuat bangunan menjadi padat dan sulit diperbaiki.

Baca juga: 4 Tanda-Tanda Gunung Akan Meletus yang Perlu Diwaspadai

Lava pijar adalah salah satu material yang dikeluarkan saat gunung berapi erupsi. Lelehan lava yang memijarkan api tidak terjadi di semua gunung berapi melainkan hanya beberapa gunung berapi. (NTA)