Pengertian Mammokori dan Istilah Lain tentang Penyebaran Biji dengan Perantara

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terkadang, di suatu tempat tiba-tiba ditemukan tumbuhan yang letak induknya cukup jauh. Bisa jadi itu karena mammokori. Apa itu mammokori? Mammokori adalah penyebaran biji dengan perantara mamalia, seperti luwak yang membantu penyebaran biji kopi.
Proses penyebaran biji tumbuhan ada yang terjadi secara alami, ada pula yang sengaja disebar oleh manusia. Pada penyebaran biji yang terjadi secara alami, terdapat beberapa perantara yang membantu prosesnya, salah satunya adalah hewan mamalia.
Mengenal Mammokori dan Istilah Lain dalam Penyebaran Biji Tumbuhan
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa mammokori adalah penyebaran biji dengan perantara hewan mamalia. Hal ini bisa terjadi ketika seekor hewan mamalia memakan buah yang berbiji, kemudian biji tumbuhan tersebut jatuh ke tanah, lalu tumbuh.
Contoh peristiwa mammokori adalah penyebaran biji yang dilakukan oleh hewan luwak. Karena penyebaran biji kopi dengan perantara hewan luwak ini terjadi melalui feses, mammokori jenis ini digolongkan dalam mammokori jenis endozoik.
Jenis mammokori lainnya, yaitu eksozoik, yang merupakan cara penyebaran melalui tubuh hewan bagian luar. Misalnya, pada bulu-bulu hewan. Ciri tumbuhan ini biasanya buah atau bijinya mempunyai perekat, seperti pada Antropogon aciculatus (buah bayang-bayang).
Di bawah ini adalah proses penyebaran biji tumbuhan dengan perantara yang perlu diketahui.
1. Zookori
Mammokori sebenarnya termasuk dalam zookori, yakni proses penyebaran biji dengan perantara hewan. Selain mammokori, ada tiga proses penyebaran biji dengan perantara hewan lainnya, seperti:
Entomokori
Entomokori adalah penyebaran biji dengan perantara serangga, seperti pada wijen dan tembakau.
Kiropterokori
Kiropterokori adalah penyebaran biji dengan perantara kelelawar, seperti pada jambu biji dan pepaya.
Ornitokori
Ornitokori adalah penyebaran biji dengan perantara burung. Biasanya, tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ornitokori adalah tumbuhan yang buahnya menjadi makanan burung, tetapi bijinya tidak dapat dicerna.
Pada akhirnya, biji tersebut akan keluar dari tubuh burung bersamaan dengan kotorannya. Contohnya seperti pohon beringin.
2. Hidrokori
Selain dengan perantara hewan, proses penyebaran biji juga bisa dilakukan dengan bantuan air. Proses ini disebut hidrokori (hidro = air). Contoh hidrokori terjadi pada pohon kelapa dan bakau.
Buah kelapa yang jatuh dan terbawa air, ketika tersangkut di daratan, akan bertunas dan tumbuh menjadi pohon kelapa yang baru. Begitu juga pada bakau.
3. Anemokori
Ada lagi proses penyebaran biji yang terjadi dengan bantuan angin dan disebut anemokori (anemo = angin).
Mengutip buku Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI, Deden Abdurahman, (2008: 18), tumbuhan yang pemencarannya secara anemokori, memiliki ciri sebagai berikut.
Biji kecil dan ringan, contoh: biji anggrek dan spora jamur.
Biji berbulu atau berambut, contoh: alang-alang dan kapuk.
Biji bersayap, contoh: mahoni dan damar.
Biji terpencar karena tangkainya tergoyang angin, contoh: opium.
4. Antropokori
Proses penyebaran biji, selain dapat terjadi dengan bantuan hewan, air, dan angin, tentu saja dapat terjadi karena bantuan manusia. Proses ini dinamakan antropokori (antro = manusia). Antropokori dapat terjadi baik secara sengaja maupun tidak.
Antropokori yang disengaja, misalnya ketika manusia menanam jagung, padi, kacang tanah, dan lain-lain.
Antropori yang tidak disengaja dapat terjadi pada tumbuhan apapun. Misalnya, ketika manusia makan rambutan atau mangga, lalu bijinya dibuang sembarangan dan tumbuh, maka itu termasuk antropori.
Baca juga: Cara Penyerbukan Bunga Matahari dan Manfaatnya dalam Sains
Demikianlah penjelasan mengenai proses penyebaran biji dengan perantara. Dapat disimpulkan bahwa mammokori adalah salah satu di antara zookori, yakni proses penyebaran biji dengan perantara hewan. (ARN)
