Pengertian Maturasi Sel Limfosit beserta Proses Terjadinya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian maturasi adalah proses pematangan sel darah yang terdiri dari proses deferensiasi dan perbanyakan sel punca. Adanya proses ini membuat sel melakukan fungsinya dalam perlindungan tubuh terhadap benda asing yang dapat merugikan.
Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang berfungsi untuk melawan benda asing di dalam tubuh, seperti virus, bakteri, dan sel kanker. Jenis sel limfosit yang cukup terkenal, yaitu limfosit T dan limfosit B.
Pengertian Maturasi Sel Limfosit
Sel limfosit merupakan komponen respon imun spesifik. Sel-sel limfosit dihasilkan dari sel punca yang terdapat pada sumsum tulang. Sel limfosit terdiri dari tiga jenis sel yang memiliki peran masing-masing, yaitu limfosit T, limfosit B, dan natural killer cells,
Sel-sel limfosit harus mengalami maturasi. Maturasi adalah proses pematangan sel darah yang terdiri dari proses deferensiasi. Proses ini terjadi agar sel dapat melakukan fungsinya dalam perlindungan tubuh.
Dalam proses maturasi ini, terdiri dari diferensiasi (pembedaan sel kurang khusus menjadi jenis sel yang lebih khusus) dan perbanyakan sel punca menjadi sel-sel limfosit serta adanya seleksi positif dan negatif.
Proses Terjadinya Maturasi Sel Limfosit
Maturasi limfosit terjadi di sumsum tulang dan timuss. Maturasi ini terjadi dalam beberapa tahap dan terdapat seleksi negatif dan positif di dalamnya.
Setiap jenis sel limfosit memiliki proses maturasi yang berbeda-beda. Berikut proses terjadinya maturasi sel limfosit B dan Limfosit T yang ada pada tubuh manusia.
1. Maturasi sel T
Pada proses maturasi salah satu organ yang berperan dalam maturasi sel limfosit T adalah timus. Timus adalah organ yang terletak di atas jantung dan terdapat pada anak-anak dan remaja. Organ timus terdiri dari dua bagian, yaitu bagian luar (cortex) dan bagian dalam (medulla).
Di dalam sumsum tulang, sel limfosit T akan terbentuk, kemudian sel T akan menuju ke timus untuk proses maturasi. Adapun proses maturasi limfosit T terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:
Tahap Pro Sel T: Pada proses ini terjadi perpindahan sel punca dari sumsum tulang ke timus belum terdapat penanda permukaan sel limfosit yang khas.
Tahap Pre Sel T: Pada pre sel T sudah mulai terdapat penanda permukaan sel. Sel-sel ini sering disebut dengan timosit (sel limfosit awal). Kemudian sel timosit akan mengalami maturasi lebih lanjut menjadi timosit ganda atau tahap positif ganda.
Tahap Positif Ganda: Pada tahap ini, timosit memiliki dua jenis penanda permukaan sel, yaitu CD4 dan CD8, sehingga disebut dengan sel timosit ganda. Seleksi positif sel timosit ganda terjadi di bagian cortex timus.
Jika timosit dapat berikatan dengan molekul MHC, maka timosit akan mengalami maturasi lebih lanjut, begitu juga sebaliknya. Sel timosit yang tetap hidup akan menuju ke medula timus dan mengalami seleksi negatif.
Tahap Postif Tunggal: Sel timosit yang lolos seleksi positif dan negatif akan mengekspresikan satu jenis penanda permukaan sel saja, yaitu CD4 atau CD8. Sehingga sel limfosit dapat dibedakan menjadi sel T helper dan sel siap dikeluarkan dari timus menuju ke organ limfoid sekunder.
Tahap Sel T Matur (Naive): Pada tahap ini sel masih terdapat di organ limfoid sekunder. Apabila sel ini sudah mengenal antigen, maka sel T akan menjadi matur dan teraktivasi.
2. Maturasi sel B
Proses maturasi sel limfosit B seluruhnya terjadi di sumsum tulang, kemudian sel limfosit B akan menuju ke organ limfoid sekunder dan banyak berikatan dengan antigen sehingga teraktivasi dan menghasilkan antibodi. Proses ini terdiri dari beberapa tahapan, sebagai berikut.
Tahap Sel Pro-B: Pada tahap ini terjadi diferensiasi awal sel punca menjadi sel limfosit B. Sel pro-B ini belum menghasilkan imunoglobulin, mengekspresikan CD19 dan CD10 sebagai penanda permukaan sel, serta terjadi pembelahan sel pro-B
Tahap Sel Pre-B: Pada tahap sel pre-B mulai terbentuk molekul imunoglobulin sederhana pada permukaan sel. Molekul penanda berganti menjadi CD34.
Tahap Sel B Imatur: Pada tahap ini terjadi proses rekombinasi gen (mulai terekspresinya IgM di permukaan sel B imatur). Proses seleksi negatif terjadi pada tahap ini. Sel B imatur akan dihadapkan dengan protein tubuh.
Apabila sel B imatur mengenali protein sebagai agen asing, maka sel B imatur tidak akan mengalami maturasi lebih lanjut. Apabila sel B imatur tidak bereaksi dengan protein tubuh, maka sel B imatur akan mengalami maturasi lebih lanjut.
Tahap Sel B Matur: Pada tahap ini, sel-sel B imatur yang lolos seleksi negatif akan bergerak keluar dari sumsum tulang ke organ limfatik sekunder.
Sel-sel limfosit B matur ini memiliki molekul IgM dan IgD pada permukaan selnya dan mulai berikatan dengan antigen yang disebut aktivasi. Hasil dari aktivasi adalah perubahan dari sel B menjadi plasma yang dapat mensekresikan antibodi.
Baca juga: Ciri-ciri Limfosit beserta Pengertian dan Fungsinya
Dapat disimpulkan bahwa dalam sel limfosit, maturasi adalah peristiwa pematangan sel. Terjadinya peristiwa ini membuat sel dapat melakukan fungsinya dalam melindungi tubuh dari benda asing yang bersifat merugikan. (MRZ)
