Pengertian Persamaan Termokimia dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persamaan termokimia dan contohnya menjadi materi yang penting dalam belajar kimia. Pada kelas pembelajaran kimia awal, pemahaman mengenai termokimia akan memudahkan siswa dalam menyelesaikan soal tentang reaksi kimia.
Suatu bahan kimia yang dicampur dengan bahan kimia lainnya akan memunculkan reaksi kimia. Selain bereaksi, akan ada nilai energi yang berubah dalam fenomena tersebut.
Pengertian Persamaan Termokimia dan Contohnya
Pengertian persamaan termokimia adalah persamaan reaksi kimia yang diikuti dengan nilai perubahan entalpi (ΔH). Di dalam penulisan dari persamaan termokimia mesti disertakan juga jumlah dari mol zat yang bereaksi. Mengapa demikian? Karena harus disesuaikan juga dengan stroikiometri reaksi yakni jumlah dari mol zat sesuai dengan koefisien dari reaksinya.
Adapun aturan dalam menuliskan perubahan entalpi dari suatu persamaan termokimia, yaitu:
Cara untuk menuliskan besarnya perubahan entalpi (ΔH) ada di ruas kanan. Sedangkan, untuk reaksi endotem ΔH bernilai positif dan reaksi eksoterm ΔH bernilai negatif.
Apabila persamaan termokimia dikalikan dengan angka tertentu, maka hasil besarnya ΔH juga mesti dikalikan dengan angka tersebut.
Apabila persamaan termokimia di balik, maka hasil besarnya ΔH akan berubah tanda dari negatif menjadi positif atau sebaliknya.
Persamaan reaksi dituliskan lengkap bersama koefisien dan fasanya, kemudian letak tulisan AH berada di ruas kanan (hasil reaksi).
Mengutip dari buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia, Yayan Sunarya, dkk. (hal. 57), pengertian persamaan termokimia dan contohnya dapat dilihat melalui contoh di bawah ini.
Contoh 1
Tinjau persamaan reaksi berikut:
2Na(s) + 2H2O(l)→ 2NaOH(aq) + H2(g) AH = -367,5 kJ
Persamaan di atas menyatakan bahwa 2 mol Na bereaksi dengan 2 mol air menghasilkan 2 mol natrium hidroksida (NaOH) dan 1 mol gas hidrogen (H). Pada reaksi ini dilepaskan kalor sebesar 367,5 kJ.
Pada persamaan termokimia harus melibatkan fasa zat (keadaan yang berbeda dan homogen dari suatu sistem tanpa batas yang terlihat memisahkannya menjadi bagian bagian). Perubahan entalpi ini bergantung pada fasa zat.
Contoh 2
Reaksi gas H2 dan O2 membentuk H2O. Apabila air yang timbul dari reaksi tersebut berwujud cair, mak kalor yang dilepaskan sebesar 571,7 kJ. Namun, apabila air yang berupa uap, maka kalor yang dilepaskan sebesar 483,7 kJ. Persamaan termokimianya:
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(0) AH= -571,7 kJ
2H2(g) + O2(g) → 2HO(g) AH = 483,7 kJ
Gejala di atas dapat terjadi karena pada saat air diuapkan menjadi uap air memerlukan kalor sebesar selisih AH kedua reaksi tersebut.
Baca juga: Mengenal Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari
Melalui penjelasan mengenai pengertian persamaan termokimia dan contohnya di atas, akan lebih mudah untuk memahami bagaimana persamaan termokimia terjadi. (IMA)
