Pengertian Polimeri Lengkap dengan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polimeri adalah salah satu materi dalam mata pelajaran biologi. Di dalamnya ada berbagai pembahasan yang penting untuk dipelajari siswa dengan baik.
Pasalnya, tak jarang materi ini juga kerap muncul dalam soal ujian semester maupun ulangan harian. Oleh karena itu, siswa harus mempelajarinya dengan baik.
Pengertian Polimer dan Contohnya
Mengutip dari Buku Pedoman Umum Belajar Biologi Rangkuman Inti Sari, Tri Astuti dan Daffa (2015:146), pengertian polimeri adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi memengaruhi bagian yang sama pada suatu organisme.
Selain itu, polimeri juga bisa diartikan sebagai interaksi antargen-gen berbeda alel yang memunculkan satu fenotip dan bersifat kumulatif atau saling menambah. Adapun peristiwa polimeri sendiri pertama kali dilaporkan oleh Nelson-Ehle setelah melalui percobaan persilangan antara gandum berbiji merah dengan gandum berbiji putih.
Dalam percobaan tersebut, bisa dirinci bahwa warna merah pada biji gandum ditentukan oleh dua gen, yakni M1 dan M2. Jadi, jika kedua gen tersebut bertemu, maka ekspresi warna merahnya akan semakin kuat.
Berikut adalah tabel perbandingannya yang bisa disimak dan dipelajari.
Perbandingan Pola Genotip Pola Fenotip
9 M1-M2– Merah
3 M1-m2m2 Merah
3 m1m1M2– Merah
1 m1m1m2m2 Putih
Dari tabel tersebut, bisa diketahui bahwa F2 yang dihasilkan dari persilangan polimeri fenotipnya berubah menjadi 15:1. Dengan kata lain, semakin banyak jumlah gen M, maka akan memengaruhi warna pada biji gandum.
Begitu pula sebaliknya. Semakin banyak faktor M, maka warna biji gandum akan semakin tua atau gelap. Oleh karena itu, disebut bahwa rasio fenotipnya adalah 151.
Dalam ilmu biologi, polimeri sering terjadi karena adanya interaksi antara dua gen atau lebih. Oleh karena itu, fenomena ini kerap disebut dengan gen ganda. Selain itu, polimeri juga terbagi ke dalam dua jenis, yakni:
Polimeri dihibrida, yakni persilangan polimeri yang terdiri dari dua gen berbeda alel dan bersifat kumulatif.
Polimeri trihibrida, yakni terusan dari polimeri dihibrida, di mana persilangan polimeri terdiri dari tiga gen berbeda alel dan bersifat kumulatif. Jenis polimeri ini sering ditemui dari pewarisan warna kulit manusia.
Berdasarkan ulasan di atas, bisa diketahui bahwa polimeri adalah interaksi antargen berbeda alel yang bersifat kumulatif (saling menambah) dan hanya memunculkan satu fenotip saja. (Anne)
Baca Juga: Pengertian Asimilasi Biologi dan Contohnya
