Pengertian Rangkaian Listrik dan Jenisnya Berdasarkan Susunannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembahasan mengenai pengertian rangkaian listrik dan jenisnya merupakan bagian dari materi listrik yang dipelajari. Semua hal atau peralatan yang menggunakan energi listrik pasti memiliki rangkaian di dalamnya.
Rangkaian tersebut berfungsi sebagai suatu rancangan yang diperlukan untuk mengalirka arus listrik. Jadi bisa dibilang bahwa rangkaian listrik sebenarnya sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Rangkaian Listrik dan Jenisnya
Bila membahas mengenai pengertian rangkaian listrik dan jenisnya, hal pertama yang perlu dipahami adalah pengertiannya. Rangkaian listrik adalah susunan elemen-elemen listrik yang terhubung satu sama lain, lalu membentuk suatu jalur tertutup atau sirkuit.
Elemen-elemen listrik ini dapat berupa resistor, kapasitor, induktor, sumber tegangan, dan elemen-elemen lainnya. Semuanya bekerja sama untuk mempermudah arus listrik mengalir melalui jalur tertentu.
Berdasarkan buku Teori Dan Aplikasi Fisika SMP Kelas IX, Budi Prasodjo, 2007, rangkaian listrik dapat dirancang untuk melakukan fungsi-fungsi tertentu. Mulai dari pengontrolan tegangan, arus, hingga daya listrik.
Jenis-Jenis Rangkaian Listrik
Jenis-jenis rangkaian listrik dapat dibedakan berdasarkan susunannya. Jenis tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Rangkaian Seri
Komponen-komponen dalam rangkaian seri terhubung secara berurutan, sehingga arus yang sama mengalir melalui setiap komponen. Hambatan total (Rtotal) sama dengan jumlah hambatan individu. Selain itu, arus sama di setiap bagian rangkaian.
Contoh: lampu-lampu dalam deret pada rangkaian sederhana.
2. Rangkaian Paralel
Komponen-komponen dalam rangkaian paralel terhubung secara paralel atau memiliki dua ujung yang terhubung ke titik yang sama. Tegangan total sama dengan tegangan pada setiap komponen. Arus total dalam rangkaian ini adalah jumlah arus melalui setiap cabang.
Contoh: alat-alat listrik yang terhubung ke sumber daya listrik di rumah.
3. Rangkaian Campuran (Campuran Seri-Paralel)
Rangkaian campuran adalah kombinasi dari rangkaian seri dan paralel. Jadi, komponen-komponennya terhubung secara berurutan dan memiliki cabang paralel.
Contoh: rangkaian elektronika kompleks, seperti sirkuit pada papan sirkuit cetak.
4. Rangkaian Tertutup (Closed Circuit)
Rangkaian tertutup adalah rangkaian yang membentuk jalur tertutup. Jalur tersebut memungkinkan arus listrik mengalir secara terus menerus. Dengan kata lain, arus mengalir tanpa hambatan berarti, dan bekerja dengan baik.
Contoh: rangkaian sederhana dengan sumber daya listrik dan lampu yang menyala.
5. Rangkaian Terbuka (Open Circuit)
Rangkaian terbuka adalah rangkaian yang tidak membentuk jalur tertutup, sehingga arus tidak dapat mengalir. Saat arus tidak mengalir, komponen tidak berfungsi.
Contoh: jika ada putusnya kabel pada rangkaian, menyebabkan terbentuknya rangkaian terbuka.
Baca Juga: Mengenal Pengertian dan Komponen Motor Listrik
Memahami pengertian rangkaian listrik dan jenisnya merupakan hal penting dalam desain, analisis, dan pemeliharaan sistem listrik. Baik dalam penggunaan listrik untuk kebutuhan rumah tangga, industri, maupun laboratorium. (DNR)
