Konten dari Pengguna

Pengertian Satire dan Perbedaannya dengan Sarkasme

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi satire adalah. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi satire adalah. Sumber: www.unsplash.com

Satire adalah suatu gaya bahasa yang menggunakan ironi, atau parodi dengan maksud untuk mengancam, menertawakan sebuah gagasan, kebiasaan, dan lainnya. Gaya bahasa ini juga sering disamakan dengan sarkasme. Padahal keduanya adalah jenis yang berbeda.

Mengutip buku Merayakan Keberagaman Berbahasa, Abdullah Faqih dkk (2021:112), batas antara perbedaan sarkasme dan satire sering kali dianggap sebagai sebuah dinding tipis oleh banyak orang, ternyata tidak demikian.

Contoh Kalimat Satire erta Penjelasan Sarkasme

Ilustrasi satire adalah. Sumber: www.unsplash.com

Sarkasme merupakan gaya bahasa sindiran dengan menggunakan kata-kata yang kasar dan keras (paling kasar), dibandingkan dengan ironi atau sinisme. Jadi, dilihat bahwa sarkasme dan satire adalah dua hal yang berbeda.

Baik satire maupun sarkasme adalah ragam gaya bahasa untuk mengekspresikan suatu kalimat dalam bahasa Indonesia. Berikut ulasannya.

1. Satire

Tujuan dari satire adalah agar ditiadakan perbaikan secara etis maupun estetis. Dalam bahasa Prancis, satire adalah sajak atau karangan berupa kritik yang meresap-resap (sebagai sindiran atau secara langsung disampaikan).

Satire dapat diungkapkan dalam berbagai cara sebagai berikut:

  • Dengan nada yang ramah

  • Dengan nada yang keras

  • Dengan nada yang menusuk

Berikut contoh kalimat satire.

  • Ternyata, menurut penelitian terbaru, semakin banyak orang berhenti merokok, semakin banyak asap rokok yang terbuang sia-sia. Mungkin seharusnya kita semua kembali merokok untuk menyelamatkan lingkungan!

  • Masyarakat semakin cerdas dengan teknologi pintar, tapi sepertinya semakin banyak orang yang lupa cara berjalan karena terlalu sibuk menatap layar ponsel mereka.

2. Sarkasme

Secara terminologi, sarkasme berasal dari bahasa Yunani, yaitu sarkasmos yang diturunkan dari kata kerja sakasein. Sakasein berarti, merobek-robek daging, seperti anjing, menggigit bibir karena marah, atau berbicara dengan kepahitan.

Dengan begitu, sarkasme dipahami sebagai gaya bahasa yang mengandung olok-olok atau sindiran pedas dan menyakiti hati. Ciri utama sarkasme adalah mengandung kepahitan dan celaan yang getir, menyakiti hati, dan kurang enak didengar.

Contoh dari sarkasme, yaitu

  • Kamu tidak dapat mengerjakan soal semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!

  • Oh, tentu saja, menunggu selama setengah jam di antrean adalah hiburan terbaik dalam hidup saya!

Baca juga: Satire dalam Sastra: Menggugah Kesadaran dengan Humor dan Kritik Tajam

Satire adalah gaya bahasa yang sudah dikenal sejak dulu. Pada masa itu, gaya bahasa satire sering ditemukan dalam percakapan langsung misalnya melalui media pertunjukan seperti wayang, ludruk, dan ketoprak. Semoga ulasan ini bermanfaat, ya! (VAN)