Pengertian Sistem Koloid beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada kimia, pengertian sistem koloid merupakan materi yang perlu dipelajari. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami dasar konsep pembelajaran tentang koloid.
Prinsipnya, campuran dapat disebut sebagai sistem koloid apabila mempunyai karakteristik yang berbeda dari larutan sejati. Terdapat tiga sifat khas pada koloid, di antaranya sifat optik, sifat kinetik, dan sifat elektrik.
Pengertian Sistem Koloid dan Contohnya
Berdasarkan buku Kimia Anorganik, Prof. Dr. Muhammad Said Siregar, S.Si., M.Si., dkk, (2024:83), pengertian sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar).
Jadi, koloid terbentuk dari campuran heterogen yang melibatkan sistem dua fase. Dua fase ini meliputi zat terlarut atau yang sering dikenal dengan fase terdispersi dan fase kontinu sebagai medium pendispersi.
Partikel koloid memiliki ukuran bekisar antara 1-100 nm. Ukuran inilah yang membedakan koloid dengan jenis zat lainnya. Di samping itu, sistem koloid juga dapat ditemui dalam berbagai sektor kehidupan.
Untuk itu, agar dapat lebih mengenali ragam bentuknya. Inilah beberapa contoh koloid yang bisa diketahui.
1. Buih
Buih adalah salah satu jenis koloid. Buih terbentuk melalui fase terdispersi gas dalam medium pendispersi cair. Zat yang dapat digunakan sebagai penstabil buih, yaitu berupa sabun, detergen, dan protein.
2. Susu
Campuran antara air dan susu merupakan bentuk koloid. Berdasarkan buku CMS Cara Menguasai Soal Kimia SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan Plus HOTS, Enik Suyahni, (hal. 209), susu termasuk fase terdispersi dan air adalah medium pendispersi. Dengan demikian, air susu merupakan sistem dispersi zat cair dalam medium pendispersi cair.
3. Aerosol
Aerosol ialah sistem koloid yang berlangsung melalui fase terdispersi padat atau cair. Pada aerosol medium pendispersi dapat berupa gas.
Adapun untuk memperoleh aerosol biasanya dibutuhkan suatu bahan penyokong, misalnya CFC dan CO2. Menurut bentuknya aerosol dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu aerosol padat dan aerosol cair.
Itu tadi penjelasan tentang pengertian sistem koloid lengkap dengan contohnya. Adanya ulasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pembaca dalam memahami prinsip koloid pada kimia. (Riyana)
Baca Juga: 10 Contoh Hidrokarbon Alifatik dalam Kimia
