Pengertian Teater Tradisional beserta Ciri dan Jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian teater tradisional yaitu teater yang berkembang di suatu daerah dengan menyesuaikan budaya daerah tersebut. Teater tradisional terdapat hampir di semua daerah atau pulau di Indonesia.
Teater tradisional disebut juga dengan teater daerah, karena dalam penampilannya memakai bahasa daerah. Secara keseluruhan teater tradisional meliputi teater rakyat, teater klasik, dan termasuk di dalamnya adalah teater transisi.
Pengertian Teater Tradisional
Teater adalah suatu kegiatan manusia dalam menggunakan tubuh atau benda-benda yang dapat digerakkan. Teater menggunakan suara, musik, dan tarian sebagai media utamanya untuk mengekspresikan cita, rasa, dan karsa seni.
Sementara pengertian teater tradisional adalah suatu bentuk teater yang bersumber, berakar, dan telah dirasakan fungsi seninya sebagai milik masyarakat pendukungnya.
Dikutip dalam buku Apresiasi Drama oleh Tato Nuryanto (2017:24) teater tradisional merupakan teater yang berkembang di kalangan rakyat. Sifatnya supel, artinya dipentaskan di sembarang tempat. Bersifat improvisasi atau tanpa naskah.
Ciri dan Jenis Teater Tradisional
Setelah mengetahui penjelasan di atas, ketahui penjelasan lengkapnya berikut ini tentang ciri dan jenis yang ada di teater tradisional.
1. Ciri Teater Tradisional
Pada dasarnya, teater jenis tradisional dapat dibedakan dengan jenis teater lainnya dari ciri yang dimilikinya. Adapun ciri-ciri teater tradisional yaitu:
Tempat pertunjukan berada di area yang terbuka serta memiliki bentuk arena, sehingga dikelilingi oleh penonton.
Pementasannya menggunakan bahasa daerah.
Penonton teater umumnya akan mengikuti pertunjukan dengan akrab dan santai. Bahkan, terkadang juga terdapat dialog langsung yang dilakukan antara pemeran serta penonton.
Umumnya menggunakan tabuhan maupun musik tradisional.
Nilai serta laku di dalam teater dilakukan secara spontan. Umumnya juga terdapat unsur emosi tawa dan tangis.
Unsur lawakan atau dagelan atau banyolan sering diberikan.
Penyajian teater disertai dengan tarian, dialog serta nyanyian.
Cerita yang dipentaskan turun-temurun.
Cerita di dalam teater bersifat tanpa naskah (improvisasi).
Cerita dikerjakan sesuai dengan peristiwa sejarah, mitologi, dongeng hingga kehidupan sehari-hari.
2. Jenis Teater Tradisional
Dalam buku Apresiasi Drama oleh Tato Nuryanto (2017:24-25) terdapat 3 jenis tetater tradisional, yaitu:
Teater Rakyat
Sifat teater rakyat seperti halnya teater tradisional, yaitu improvisasi, sederhana, spontan, dan menyatu dengan kehidupan rakyat. Contohnya makyong dan mendu di daerah Riau dan Kalimantan Barat, randai dan bakaba di Sumatra Barat, ketoprak, dan srandul.
Teater Klasik
Sifat teater ini sudah mapan, artinya segala sesuatunya sudah teratur dengan cerita, pelaku yang terlatih, gedung pertunjukan yang memadai dan tidak lagi menyatu dengan kehidupan rakyat (penontonnya). Contohnya adalah wayang kulit, dan wayang orang.
Teater Transisi
Teater transisi merupakan teater yang bersumber dari teater tradisioanl tetapi gaya penyajiannya sudah dipengaruhi oleh teater barat atau teater modern. Contohnya komedi istambul, sandiwara dardanela, srimulat.
Baca juga: Mengenal Konsep pergelaran Teater dan Fungsinya
Demikian penjelasan pengertian teater tradisional beserta ciri dan jenisnya. Jenis teater ini termasuk dalam warisan budaya Indonesia yang patut di lestarikan agar keberadaannya tetap ada hingga anak cucu nantinya. (MRZ)
