Konten dari Pengguna

Pengertian Tes Army Alpha dan Cara Kerjanya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tes Army Alpha adalah. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tes Army Alpha adalah. Sumber: Pexels/Pixabay

Tes Army Alpha adalah alat tes kemampuan intektual dari Amerika Serikat untuk mengukur ketelitian hingga konsentrasi. Tes ini menjadi alat evaluasi yang penting dalam psikologi untuk mengukur kemampuan kognitif dalam konteks tertentu.

Dengan menggunakan metodologi tertulis dan serangkaian soal yang dirancang secara khusus, tes ini memberikan gambaran yang cukup akurat tentang kemampuan berpikir dan memecahkan masalah seseorang.

Bentuk Tes Army Alpha Adalah Pilihan Ganda

Ilustrasi Tes Army Alpha adalah. Sumber: Pexels/RDNE Stock project

Tes Army Alpha pertama kali dikembangkan selama Perang Dunia I oleh Komisi Kepemimpinan Tentara Amerika Serikat.

Menurut buku Kisi-Kisi Psikotes, Tim Redaksi Psikologi (2013:6), tes psikologi Army Alpha merupakan sebuah tes yang dikembangkan oleh psikolog Amerika yang bernama Arthur Sinton Otis, Ph.D (28 Juli 1886 - 1 Januari 1964). Otis mengembangkan tes ini pada tahun 1917.

Awal mulanya, tes ini dikembangkan Otis untuk didedikasikan kepada US. Army atau Angkatan Militer Amerika, sehingga diberi nama Army Alpha. Tes ini pernah dipakai merekrut 1,7 juta tentara Amerika pada Perang Dunia 1. Tujuamnya untuk mengukur tingkat kecerdasan, ketelitian, dan konsentrasi seseorang.

Bentuk tes Alpha Army adalah pilihan ganda (multiple choice), dan dapat dilakukan kepada banyak peserta sekaligus. Untuk penggunaan dunia kerja, tes ini sering dipakai untuk menguji banyak peserta sekaligus secara praktis dan cepat.

Cara Kerja Tes Army Alpha

  1. Tes Army Alpha terdiri dari serangkaian soal yang dirancang dengan cermat untuk menguji berbagai aspek kemampuan kognitif.

    Soal-soal ini dapat mencakup pertanyaan pemahaman bacaan, serta soal-soal numerik seperti matematika dasar dan logika aritmatika. Biasanya soal akan dibacakan oleh narrator, peserta harus menyimak dengan seksama.

  2. Tes ini biasanya diberikan dalam satu sesi waktu yang terbatas untuk setiap bagian atau jenis soal. Pengaturan waktu membantu mengukur kecepatan berpikir dan kemampuan menjawab dalam tekanan waktu yang realistis.

  3. Peserta diberi instruksi untuk menjawab soal-soal dalam tes dengan mengisi lembar jawaban yang disediakan. Instruksi ini termasuk aturan tentang penggunaan waktu, tata cara menjawab, dan pengelompokan soal berdasarkan tingkat kesulitan.

  4. Setelah tes selesai, lembar jawaban dinilai untuk menentukan skor total dan skor untuk setiap subtes. Skor ini kemudian diinterpretasikan untuk memberikan gambaran tentang kemampuan intelektual dan kognitif peserta.

    Juga untuk membantu dalam pengambilan keputusan terkait penerimaan atau penempatan di dalam organisasi atau lembaga.

Tes Army Alpha adalah alat ukur kemampuan kognitif dengan format tertulis. Melalui pengertian dan pemaparan singkat dari cara kerja di atas, peserta diharapkan mendapatkan gambaran tentang tes kecerdasan ini. (DIA)

Baca Juga: 6 Cara Mengerjakan Tes Army Alpha Intelegence yang Perlu Diketahui